Selasa, 23 Jun 2026 10:41 WIB

Kementan Gelontor Bantuan Dorong Produktivitas Lahan Tadah Hujan di Lamongan

Ditjen PSP, Kementan RI saat menandai musim tanam ke 2 di Lamongan. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Ditjen PSP, Kementan RI saat menandai musim tanam ke 2 di Lamongan. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Kementerian Pertanian RI menggelontor bantuan untuk para petani di Kecamatan Maduran, salah satu wilayah tadah hujan di Lamongan.

Direktorat Jendral (Ditjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Ali Jamil mengatakan bantuan kali ini diharap dapat mendorong produktivitas petani pada masa tanam kedua yang diprediksi minim hujan.

Baca Juga: Diduga Karena Lalai, Tabrakan Beruntun Libatkan 3 Kendaraan Terjadi di Lamongan

Bantuan tersebut, meliputi pompa air, kemudian benih padi hibrida dan benih jagung kepada sejumlah kelompok tani, serta asuransi pertanian.

Patut diketahui bahwa lahan tadah hujan sangat bergantung pada intesitas hujan karena metode pertanin tidak memiliki sistem irigasi. Maka, bila musim kemarau lahan ini bertumpu pada pompanisasi air tanah untuk pengairan lahan.

"Lamongan memiliki luas sawah baku terbesar di Jawa Timur, hampir 95 ribu hektare dari total kurang lebih 1,2 juta luas baku sawah di Provinsi Jatim," kata Ali, usai menandai masa tanam ke-2 dan penyerahan bantuan di Desa Turi, Kecamatan Maduran, Selasa 19/3/2024).

Ali menyebut akan segera melakukan pendataan bagi para petani di wilayah tadah hujan lainya di Lamongan. Menurut catatannya, ada sekitar 30 ribu hektare lahan tadah hujan dari total 95 ribu hektare sawah baku.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

"Karena sekitar 30 ribu hektare tadah hujan ini yang sebenarnya menyebabkan indeks pertanaman kita rendah secara nasional, karena indeks pertanamannya baru 1 kali setahun," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menyebut bahwa bantuan yang diberikan Kementan memberikan rasa optimis kepada petani Lamongan, khususnya yang berada di wilayah lahan tadah hujan.

"Di Lamongan terdapat sekitar 30 ribu hektare lahan bera, yang 8 sampai 9 bulan belum bisa tanam," ucap Bupati yang akrab disapa Pak Yes tersebut.

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

Oleh karena itu, kata Pak Yes, program pompanisasi yang didorong oleh Kementan ini menjadi angin segar bagi petani Lamongan, dengan harapan lahan tadah hujan seluas 30 ribu hektare akan bisa 2 kali tanam.

"Dengan demikian, produktivitas padi Kabupaten Lamongan akan bisa meningkat dan bisa terus menjaga ketahanan pangan nasional," kata Pak Yes.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.