Sabtu, 20 Jun 2026 10:27 WIB

Tradisi Nyareh Malem di Probolinggo, saat Warga Menunggu Waktu Berbuka Puasa

Tradisi Nyareh Malem di Probolinggo. (Foto: Mahfud Hidayatullah/jatimnow.com)
Tradisi Nyareh Malem di Probolinggo. (Foto: Mahfud Hidayatullah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Nyareh malem merupakan istilah bahasa Madura yang artinya menunggu malam tiba. Tradisi nyareh malem hanya ada saat bulan Ramadan tiba. Kebanyakan orang mengenalnya dengan sebutan ngabuburit.

Tradisi nyareh malem di Probolinggo banyak dilakukan oleh masyarakat saat menunggu adzan magrib tiba. Biasanya, warga nyareh malam dengan mengunjungi tempat ramai, seperti Alun-Alun Kota.

Baca Juga: Tragis! Nenek di Probolinggo Tewas Tertemper Kereta Api Blambangan Ekspres

"Kalau saya biasanya untuk nyareh malem di Alun Alun dan Pelabuhan Kota Probolinggo," kata Sudiono Wafa, warga asal Kelurahan Jrebeng Lor, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, Rabu (13/3/2024).

Sudiono juga menjelaskan, tradisi nyareh malem memang hanya ada saat bulan puasa. Tak jarang dirinya mengajak pula sanak keluarga.

"Kita sambil menunggu adzan magrib dengan jalan - jalan di tempat keramaian dan mancing di laut," ujarnya.

Warga lain, Toni asal Desa Sumberkerang, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, mengatakan tradisi ini memang biasa ia lakukan sejak kecil.

Baca Juga: Siswi SD Asal Probolinggo Wakili Jatim di Ajang Duta Anak Indonesia 2026

"Nyareh malem memang hanya ada saat bulan Ramadan tiba. Sejak kecil saya kecil juga nyareh malem," ucap Toni.

Pria berambut gondrong ini, juga mengatakan, nyareh malem memang banyak digandrungi oleh kalangan anak muda saat ini. Anak muda biasa mulai berangkat mulai sejak pukul 15.00 hingga jam.17.30 WIB atau waktunya berbuka puasa.

"Biasanya mereka berkumpul di jalan-jalan desa dengan mencari pemandangan bagus, biasa di tempat yang dipilih di dekat area pesawahan," ungkapnya.

Baca Juga: Terima SK, DPC PPP Kota Probolinggo Pasang Target Raih Lima Kursi DPRD

Keseruan nyareh malem, menurut Toni tidak hanya menunggu datangnya adzan magrib sebagai waktu dimulainya berbuka puasa.

"Namun juga nyareh malem juga bisa mempererat tali silaturrahmi dengan teman atau sanak saudara," tandasnya.

 

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.