Sabtu, 06 Jun 2026 21:25 WIB

Beredar di Medsos Beras SPHP Tulungagung Dijual di Atas HET, Ini Tanggapan Bulog

Beras SPHP yang ditawarkan di atas HET di medsos. (Foto: Akun Facebook Racun Shopee Tulungagung)
Beras SPHP yang ditawarkan di atas HET di medsos. (Foto: Akun Facebook Racun Shopee Tulungagung)

jatimnow.com - Perum Bulog Cabang Tulungagung mengimbau kepada para mitra untuk tidak menjual beras Stabilisasi Pasokan dam Harga Pangan (SPHP) di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Imbauan ini menyusul ditemukannya mitra yang menjual beras tersebut melewati harga yang telah ditetapkan. Selain itu, banyak beredar di media sosial penjuaan beras SPHP di atas HET.

Baca Juga: Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Pemimpin Cabang Perum Bulog Tulungagung, David Donny Kurniawan mengatakan, total jumlah mitra atau Rumah Pangan Kita (RPK) di Tulungagung sebanyak 39 toko. Para mitra tersebut, dapat membeli beras SPHP ke BULOG dengan harga Rp9.950/kilogram. Sedangkan pedagang dapat menjual maksimal Rp10.900/kilogram.

"Mitra dapat jual ke masyarakat atau end user tetapi tidak boleh melebihi HET-nya itu Rp10.900/kilogram atau Rp54.500 per lima kilogram" ujarnya, Senin (11/03/2024).

Pihak Bulog sendiri terus melakukan pemantauan terkait penjualan beras SPHP. Mereka juga membatasi pembelian mitra. Setiap minggu para mitra hanya dapat membeli beras SPHP sebanyak 2 ton saja.

Baca Juga: Datangi DPRD, PPPK Paruh Waktu di Tulungagung Wadul Gaji Tak Layak

Pembatasan ini dilakukan agar tidak terjadi panic buying akibat mahalnya harga beras. Selain itu, mereka juga memastikan stok ketersediaan beras masih aman hingga bulan April mendatang.

"Setiap bulan kita juga menyalurkan beras untuk beberapa program pemerintah, stok ketersediaan saat ini masih aman hingga bulan April," tuturnya.

David berharap masyarakat ikut mengawasi penjualan beras SPHP. Jika ditemukan adanya penjualan beras SPHP diatas HET, mereka dapat melaporkannya.

Baca Juga: Penutupan Jalan Utama Tulungagung - Trenggalek Tertunda, Ini Alasannya

Sejauh ini, pihak Bulog sendiri telah memberi sanksi kepada 1 mitra yang kedapatan menjual beras SPHP melewati harga. Sanksi tersebut, berupa pemutusan kontrak kerja.

"Silahkan melaporkan jika ada beras SPHP yang dijual diatas HET, jika itu merupakan mitra Bulog kami siap memberi sanksi," pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

BMKG imbau warga selalu waspada potensi perubahan cuaca yang bisa terjadi kapan pun.