Rabu, 17 Jun 2026 14:32 WIB

Warga Dringu Probolinggo Terdampak Banjir Butuh Popok hingga Susu Bayi

Warga Dringu bersih-bersih perabotan rumah usai diterjang banjir. (Foto: Mahfud Hidayatullah/jatimnow.com)
Warga Dringu bersih-bersih perabotan rumah usai diterjang banjir. (Foto: Mahfud Hidayatullah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Banjir kiriman berkali-kali  terjang kawasan wilayah Dringu, namun banjir terbesar dan menggenangi ribuan rumah di 4 desa di Kecamatan Dringu terjadi Sabtu (9/2/2024) sore kemarin.

Diantaranya, Desa Kedungdalem, Desa Dringu, Desa Kalirejo dan Desa Tegalrejo. Namun banjir paling parah terjadi di Desa Kedungdalem dan Desa Dringu. 

Baca Juga: Mahasiswa Thailand Belajar SDGs dan Ekonomi Sirkular di Desa Suci Jember

Banjir merendam dengan ketinggian rata rata 1,5 meter tersebut membuat aktivitas perekonomian warga lumpuh.

"Nggak bisa kerja beberapa hari kedepan akibat banjir datang, rumah sudah tergenang air termasuk perabotan, baju, beras termasuk televisi dan kulkas ikut terendam banjir," kata Gumblek warga asal Dusun Ngemplak Desa Dringu Kabupaten Probolinggo, Minggu (10/2/2024).

Gumblek mengakui banjir memang kerap kali datang setiap musim hujan tiba akibat luapan sungai Kedunggaleng.

"Kemarin itu warga sudah tidak bisa menyelamatkan isi rumah, sebab air dengan cepat membesar," katanya.

Bahkan dalam hari ini saja, warga yang terendam banjir tidak bisa memasak akibat kompor gas dab beras di dapur terendam banjir berjam-jam.

Baca Juga: PTPN I Regional 5 Gandeng Kejati Jatim, Amankan HGU dari Alih Fungsi

"Tadi pagi aja warga ada yang memberi nasi bungkus, namun sore hari belum dapat makanan sama sekali," jelasnya.

Minimnya bantuan masuk ke daerahnya, warga terdampak banjir berharap ada bantuan untuk bisa meringanka beban warga. Karena banyak perabotan rumah tangga, sembako dan kebutuhan bayi banyak yang teredam dan terseret arus banjir.

"Kami berharap ada bantuan masuk tidak hanya nasi bungkus saja. Namun kebutuhan rumah tangga juga warga butuh termasuk susu bayi dan pampers dibutuhkan," harapnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarif membenarkan, bantuan dari berbagai kalangan mulai masuk ke posko pengungsian di Kecamatan Dringu.  Mulai beras, telur, mie instan, air mineral, baju layak pakai dan bantuan lainnya.

Baca Juga: Jenazah ASN Korban Banjir di Jember Ditemukan

"Mulai tadi malam bantuan tersebut mulai kami terima.dan mulai di distribusikan berupa makan nasi bungkus dan air meneral," ujarnya.

Saat ini tim BPBD, TNI Polri dan relawan masih fokus pembersihan lumpur di area terdampak banjir.

"Pembersihan akan dilanjut besok hari untuk membentu warga pembersihan material banjir," ucanya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.