Senin, 08 Jun 2026 19:41 WIB

Pencitraan Caleg: Tak Boleh Salah, Tapi Boleh Bohong

  • Penulis :
  • | Minggu, 03 Mar 2024 09:18 WIB
Ilustrasi. (dok jatimnow.com)
Ilustrasi. (dok jatimnow.com)

jatimnow.com - Pesta Demokrasi yang digelar tiap 5 tahun sekali di Indonesia memang istimewa. Hampir seluruh masyarakat terserap perhatiannya untuk mencermati para calon yang melangkah ke panggung politik.

Sebagian lagi masyarakat mencoba mengais keuntungan materi dari para calon, yang nyaris bersedia melakukan apapun demi keberhasilan pencalonan. Sebagian lagi, malah merasa jengah, jemu atau bahkan muak dengan para calon maupun orang-orang yang mencoba mencari keuntungan, baik ekonomi, politik maupun fasilitas bidang lainnya.

Baca Juga: Dosen Ilmu Politik Unesa Soroti Konsolidasi Kekuasaan-Strategi Geopolitik Nasional

Terjun secara langsung saat melakukan peliputan terhadap kegiatan kampanye membuat seorang jurnalis bersinggungan secara langsung dengan para politikus dan para tim sukses (timses) di belakang para politikus. Saat bersinggungan langsung itulah, kita mendapati warna-warna kepentingan dari pesta demokrasi.

Pada kegiatan peliputan di masa tahapan Pemilu 2024, saya lakukan yaitu kampanye dua calon legislatif (caleg) dari 2 partai berbeda, saya juga menemukan warna-warna itu.

Para tim sukses tampak berusaha keras melakukan persiapan secara matang untuk mempertemukan calon wakil rakyat dengan masyarakat daerah pemilihan (dapil). Tentu saja, tujuannya, dari pertemuan tersebut, masyarakat dapat terkesan dengan sosok caleg dan memilih sosok tersebut dalam pemungutan suara.

Baca Juga: Menyoal Konsistensi Komunikasi Publlik Pejabat Negara

Di sisi lain, caleg juga diharapkan akan mendengarkan aspirasi atau harapan dari masyarakat dapilnya. Karena tujuan yang sangat penting inilah, timses harus berjuang keras, agar kegiatan pertemuan itu bisa berjalan lancar dan sukses.

Namun suksesnya kegiatan kampanye, bisa dipengaruhi banyak faktor. Tidak hanya dari kesiapan caleg, masyarakat setempat, terlebih juga pengaruh dari publikasi atau pemberitaan di media massa, maupun media sosial. Demikian pula dalam kegiatan kampanye yang saya liput. Pihak penyelenggara kegiatan yang juga merangkap timses caleg ini, merancang kegiatan sedemikian rupa agar tim media bisa dikondisikan untuk menulis pemberitaan yang berpihak.

Sebagai wartawan yang melakukan peliputan, saya berupaya fokus pada inti dari kegiatan kampanye tersebut, yaitu komunikasi dua arah antara caleg dan masyarakat dapilnya. Di sisi lain, wartawan selalu tergelitik untuk mengulik hal-hal kecil, yang bisa menjadi hal menarik untuk diungkap.

Baca Juga: PKS Jatim Siapkan Pasukan Trainer API, Cetak Pemimpin Lewat Sistem

Namun dari 2 kegiatan kampanye tersebut, hal yang cukup menarik adalah seberapapun idealnya sosok caleg yang ditampilkan, peran media membuat caleg membalut diri dengan pencitraan yang sangat tebal. Demi pencitraan itulah, seorang caleg juga bisa menyangkal pernyataannya sendiri, meski hal itu telah terekam dalam perangkat perekam suara saat dilakukan wawancara secara langsung. Seharusnya, penyangkalan itu terbantahkan dengan sendirinya. Namun penyangkalan itu tetap ada. Dari pihak caleg itu sendiri menilai penyangkalan tersebut perlu demi pencitraan yang sedang dibangun.

Hal ini membuat saya teringat pada perkataan seorang wartawan senior di Surabaya, yang sangat menguasai topik politik dan Pemilu dengan segala carut marutnya. Pria bernama Machmud Suhermono yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur, mengatakan, wartawan tidak boleh bohong, tetapi boleh salah. Sementara politikus itu tidak boleh salah, tetapi boleh saja dia berbohong.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.