Minggu, 21 Jun 2026 12:15 WIB

City Branding Trenggalek yang Baru "TGX Southern Paradise", Apa Artinya?

Bupati Trenggalek Mocahamd Nur Arifin saat meresmikan branding baru. (Foto: Prokopim Trenggalek)
Bupati Trenggalek Mocahamd Nur Arifin saat meresmikan branding baru. (Foto: Prokopim Trenggalek)

jatimnow.com - Sebagai upaya menarik investor masuk, Trenggalek kini memiliki branding baru. Bupati Trenggalek, Mochammad Nur Arifin secara resmi melaunching branding "TGX Southern Paradise" di Pendopo Manggala Praja Nugraha.

City Branding ini merupakan bagian dari perencanaan tata kota Kabupaten Trenggalek. Kedepan branding ini ditujukan untuk membangun diferensiasi dan memperkuat identitas demi menarik keingintahuan orang terkait kota tersebut.

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

Bupati yang akrab disapa Mas Ipin ini mengatakan dengan branding baru TGX Southern Paradise diharapkan dapat membangun citra positif Kabupaten Trenggalek. Branding ini juga menjadi pembeda Trenggalek dengan kabupaten lain. Selain itu branding juga diperlukan untuk menarik wisatawan dan minat investor masuk.

"Dan tentu harapannya dapat meningkatkan perekonomian masyarakat," ujarnya, Minggu (3/3/2024).

Baca Juga: JLS di Tulungagung Telah Rampung Pembangunannya, Tiga Kabupaten Sudah Terhubung

Terdapat filosofi dalam branding baru ini. Makna TGX sendiri adalah Trenggalek dengan faktor X. Faktor tersebut bisa berbentuk berbagai macam. Diantaranya berekonomi tanpa harus merusak lingkungan.

"Trenggalek harus punya faktor X yang kemudian mengungkit maju. Faktor X-nya kita pilih, ekonomi yang lestari, ekonomi yang regeneratif. Kemudian fungsinya apa? faktor X selanjutny, harus benar-benar bersinar karena rakyat," jelas Mas Ipin.

Baca Juga: Penutupan Jalan Utama Tulungagung - Trenggalek Tertunda, Ini Alasannya

Selain dari nama, logo yang dibuat juga memiliki makna tersendiri. Logo tersebut hasil explore kekayaan alam di Trenggalek. Warna merah dan hijau merupakan warna dominan di lambang daerah. Gambar perisai berarti ketangguhan dan kemakmuran. Kemduian warna merah terdapat di pita yang bertuliskan Jwalita Praja Karana, yang artinya bersinar karena rakyatnya.

"Jadi usahanya bukan hanya top down, tetapi harapannya juga gotong royong semua pihak. Seperti contoh di Desa Wisata Watu Agung, di Pandean Dongko, dulu awalnya konservasi sungai. Kemudian naik statusnya dari konservasi sungai menjadi desa wisata," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.