Sabtu, 20 Jun 2026 08:06 WIB

Pemkab Kediri Gencar Operasi Pasar Murah, Tekan Laju Inflasi Jelang Lebaran

Mas Dhito saat mengecek harga pasar. (Foto: Pemkab Kediri for jatimnow.com)
Mas Dhito saat mengecek harga pasar. (Foto: Pemkab Kediri for jatimnow.com)

jatimnow.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri tengah gencar menggelar Operasi Pasar Murah sebagai bentuk intervensi dalam upaya mengendalikan kenaikan laju inflasi menjelang Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 2024.

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih menegaskan, pasar murah tersebut menyusul arahan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana dalam memfasilitasi kebutuhan masyarakat.

Baca Juga: Kak Cicha Buka Pesta Siaga Pramuka di Taman Wisata Ubalan Kediri

Diterangkan Tutik, seiring harga bahan pokok beras mengalami lonjakan yang cukup luar biasa terutama dalam tiga bulan terakhir, Pemerintah Kabupaten Kediri terus berupaya untuk menekan laju inflasi tinggi.

“Sesuai arahan Mas Bup (Bupati Hanindhito), kami harus gencar mengadakan operasi pasar dan menggelar pasar murah. Keduanya bagian dari satgas pangan Pemkab Kediri. Apalagi ini menjelang ramadan dan idul fitri, jangan sampai inflasi tinggi,” terang Tutik, Sabtu (2/3/2023).

Sebagaimana dalam pasar murah itu disediakan beberapa komoditas pangan. Di antaranya Beras SPHP sebanyak 8 ton, gula 500 kilogram (kg), minyak goreng, tepung terigu, telur, bawang merah dan bawang putih, serta sejumlah produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Antusias warga juga terlihat ketika rela mengantre di stand-stand penjualan yang telah disediakan. Pasalnya, bahan pangan yang dijual jauh lebih murah dibandingkan harga pasaran. Seperti harga beras yang dijual dengan harga Rp10.400/kg, sedang di pasaran bisa mencapai kurang lebih Rp15.000/kg.

Diakui Tutik, selain menggandeng Perum Bulog, pemerintah daerah juga bekerjasama dengan mitra PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) dan Prisma Freshmart yang menyediakan berbagai olahan frozen food guna memastikan tak ada kekhawatiran masyarakat terkait kebutuhan bahan pangan.

“Kalau ada desa butuh supporting segera disampaikan ke kami (pemerintah daerah) supaya kami adakan operasi pasar. Jangan sampai ada masyarakat yang tidak ada kecukupan bahan pokoknya,” pesannya.

Baca Juga: Mas Dhito Pastikan Pengerjaan Atap Stadion Gelora Daha Jayati Selesai Tahun Ini

Menurutnya, kenaikan harga komoditas tersebut disebabkan cuaca ekstrim sehingga berpengaruh pada produktivitas hasil panen petani yang masih terbilang minim. Terlebih kenaikan harga juga disinyalir lantaran mendekati Bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.

Apabila dilihat dari segi ketersediaan komoditas pangan, Tutik memastikan ketersediaan pangan masih dalam kategori aman di Kabupaten Kediri. Di antaranya beras, minyak goreng, telur, cabai, bawang merah, dan bawang putih.

“Begitu harga beras naik, biasanya harga komoditas yang lain akan mengikuti. Karena produktivitasnya belum banyak, sedangkan waktu panen nanti di kisaran Bulan Maret. Tapi akan kita pantau terus mulai Februari akhir sampai Maret,” jelasnya.

Terpisah, Merlin, warga Kecamatan Gampengrejo, mengaku merasa terbantu dengan adanya operasi pasar murah tersebut. Menurutnya, saat kondisi sejumlah harga bahan pokok yang mengalami kenaikan signifikan, pemerintah daerah hadir untuk memfasilitasi dengan harga yang lebih terjangkau.

Baca Juga: Mas Dhito Segera Rehab Puskesmas Tiron Kediri yang Terbakar

“Untuk harga yang lumayan terjangkau ini sangat membantu buat warga. Rencana juga mau lihat-lihat minyak goreng dulu,” katanya.

Adapun kegiatan operasi pasar murah itu diadakan secara bergilir mulai 28 Februari hingga 4 April 2024 di 26 kecamatan se-Kabupaten Kediri.

Selain menggelar pasar murah di tingkat kecamatan, Pemerintah Kabupaten Kediri bakal mengadakan operasi pasar beras SPHP di pasar-pasar Kabupaten Kediri.

 

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.