Selasa, 16 Jun 2026 12:56 WIB

Parade Budaya, Pemkab Ponorogo Pamerkan Empat Kesenian

  • Penulis :
  • | Minggu, 09 Sep 2018 22:03 WIB
Parade budaya di Ponorogo
Parade budaya di Ponorogo

jatimnow.com - Pemerintah Kabupaten Ponorogo menggelar parade budaya dalam menyambut HUT ke 522 sekaligus merayakan Gerebeg Suro 2018, Minggu (9/9/2018). Parade ini dimeriahkan dengan 3 kesenian sekaligus.

Ketiga budaya tersebut diantaranya unto-untoan, jaranan think, gajah-gajahan. Parade ini diberangkatkan dari empat lokasi berbeda.

Budaya unto-untoan diberangkatkan dari pertigaan Jenes atau Sinduro. Budaya gajah-gajahan diberangkatkan dari Jalan Raden Saleh. Dan Jaranan Thin diberangkatkan dari perempatan Tambakbayan dan Pertigaan Ngepos. Keempatnya tadi berkumpul menjadi satu di depan Paseban alun-alun Ponorogo.



Wakil Bupati Ponorogo, Soedjarno, mengaku sangat bertetimakasih kepada masyarakat yang ambil bagian dalam acara ini.

"Dan ini adalah bukti budaya yang dirintis di desa masing-masing. Mereka diberangkatkan dari 4 titik dan bertemu di alun-alun," terang Soedjarno.

Menurutnya dengan ada parade budaya secara otomatis mempertahankan budaya serta kesenian yang ada di Ponorogo.

"Jadi Ponorogo tidak melulu tentang Reog. Tapi juga tenang budaya yang lain," bebernya.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor



Ia menjelaskan, memang Reog Ponorogo sudah menembus mancanegara. Namun, kebudayaan yang lain seperti yang ditampilkan di Parade Budaya kali ini juga perlu diangkat dan dilestarikan.

"Parade ini merupakan usaha kita untuk melestarikan kebudayaan di Ponorogo," tegasnya.

Ia mengaku, budaya gajah-gajahan, unto-untoan dan jarang think memang sudah menyebar di berbagai desa di Ponorogo. Dan yang datang di parade budaya kali ini hanya sebagian saja.

"Yang datang hanya sebagian saja. Kalau datang semua mungkin alun-alun tidak cukup. Ini hanya sebagian saja," tambahnya.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai



Ia berharap, budaya yang ada saat ini bisa menembus internasional seperti halnya Budaya Reog.

"Harapannya juga begitu. Bisa tembus nasional sampai internasional," pungkasnya. (Advetorial/rif)

 

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.