Sabtu, 06 Jun 2026 12:15 WIB

4 Pasien DBD di Tulungagung Meninggal Selama Januari - Februari

Kepala Dinas Kesehatan Tulungagung, dr Kasil Rakhmad. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Kepala Dinas Kesehatan Tulungagung, dr Kasil Rakhmad. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Tulungagung terus meningkat. Hingga bulan Februari ini terdapat ratusan kasus DBD. Sebanyak 2 pasien DBD meninggal dunia bulan ini. Total sejak bulan Januari hingga Februari terdapat 4 pasien DBD meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung, dr. Kasil Rokhmad mengatakan, temuan kasus DBD di Tulungagung pada tahu 2024 ini jika dibandingkan dengan tahun 2023 lebih meningkat. Hanya saja, jika dibandingkan pada siklus DBD 5 tahunan, temuan kasus saat ini tidak sebanding dengan 5 tahun lalu.

Baca Juga: Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Berdasarkan data miliknya, pada tahun 2023 kemarin, temuan kasus DBD di Kabupaten Tulungagung sepanjang tahun hanya mencapai 206 kasus saja. Namun pada dua bulan pertama di tahun 2024, total temuan kasus DBD di Tulungagung sudah mencapai 113 kasus.

"Kalau perbandingannya tahun kemarin, temuan DBD di Tulungagung tahun ini memang meningkat. Namun jika perbandingannya siklus DBD 5 tahunan, temuan kasus tahun ini tidak ada apa-apanya dengan temuan kasus 5 tahun lalu," ujarnya, Rabu (28/2/2024).

Dari jumlah kasus tersebut, rinciannya pada bulan Januari sebanyak 56 kasus. Sedangkan pada bulan Februari terdapat temuan kasus DBD sebanyak 57 kasus.

Baca Juga: Datangi DPRD, PPPK Paruh Waktu di Tulungagung Wadul Gaji Tak Layak

"Tahun ini masih dua bulan saja, temuan kasusnya sudah separuh lebih dari total temuan kasus pada tahun 2023 kemarin yang bahkan empat orang diantaranya meninggal dunia akibat DBD," ungkapnya.

Terkait tindak lanjut, Kasil menyebut jika pihaknya terus menggencarkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) mengingat pada Maret 2024 diprediksi menjadi puncak DBD.

Baca Juga: Penutupan Jalan Utama Tulungagung - Trenggalek Tertunda, Ini Alasannya

Selain itu, sosialisasi terkait pentingnya PSN di masing-masing desa juga akan terus dilakukan agar masyarakat tidak menyepelekan DBD. Selain itu akan dilakukan abatisasi pada tempat-tempat yang digenangi air untuk membunuh jentik nyamuk Aedes Aegypti dan mencegah DBD.

"Serbuk abate ini nantinya akan kami berikan kepada setiap petugas Puskesmas untuk diberikan kepada warga agar ditaburkan ke tempat-tempat genangan air untuk membunuh jentik nyamuk Aedes Aegypti," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

BMKG imbau warga selalu waspada potensi perubahan cuaca yang bisa terjadi kapan pun.