Rabu, 22 Jul 2026 09:29 WIB

4 Pasien DBD di Tulungagung Meninggal Selama Januari - Februari

Kepala Dinas Kesehatan Tulungagung, dr Kasil Rakhmad. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Kepala Dinas Kesehatan Tulungagung, dr Kasil Rakhmad. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Tulungagung terus meningkat. Hingga bulan Februari ini terdapat ratusan kasus DBD. Sebanyak 2 pasien DBD meninggal dunia bulan ini. Total sejak bulan Januari hingga Februari terdapat 4 pasien DBD meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung, dr. Kasil Rokhmad mengatakan, temuan kasus DBD di Tulungagung pada tahu 2024 ini jika dibandingkan dengan tahun 2023 lebih meningkat. Hanya saja, jika dibandingkan pada siklus DBD 5 tahunan, temuan kasus saat ini tidak sebanding dengan 5 tahun lalu.

Baca Juga: Dugaan Korupsi Kanjengan, Mantan Bupati Tulungagug Maryoto Diperiksa Kejaksaan

Berdasarkan data miliknya, pada tahun 2023 kemarin, temuan kasus DBD di Kabupaten Tulungagung sepanjang tahun hanya mencapai 206 kasus saja. Namun pada dua bulan pertama di tahun 2024, total temuan kasus DBD di Tulungagung sudah mencapai 113 kasus.

"Kalau perbandingannya tahun kemarin, temuan DBD di Tulungagung tahun ini memang meningkat. Namun jika perbandingannya siklus DBD 5 tahunan, temuan kasus tahun ini tidak ada apa-apanya dengan temuan kasus 5 tahun lalu," ujarnya, Rabu (28/2/2024).

Dari jumlah kasus tersebut, rinciannya pada bulan Januari sebanyak 56 kasus. Sedangkan pada bulan Februari terdapat temuan kasus DBD sebanyak 57 kasus.

Baca Juga: Sensus Ekonomi di Tulungagung Sudah Capai 45 Persen, Bulan Depan Rampung

"Tahun ini masih dua bulan saja, temuan kasusnya sudah separuh lebih dari total temuan kasus pada tahun 2023 kemarin yang bahkan empat orang diantaranya meninggal dunia akibat DBD," ungkapnya.

Terkait tindak lanjut, Kasil menyebut jika pihaknya terus menggencarkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) mengingat pada Maret 2024 diprediksi menjadi puncak DBD.

Baca Juga: 88 Persen SD di Tulungagung Gagal Penuhi Pagu Saat SPMB

Selain itu, sosialisasi terkait pentingnya PSN di masing-masing desa juga akan terus dilakukan agar masyarakat tidak menyepelekan DBD. Selain itu akan dilakukan abatisasi pada tempat-tempat yang digenangi air untuk membunuh jentik nyamuk Aedes Aegypti dan mencegah DBD.

"Serbuk abate ini nantinya akan kami berikan kepada setiap petugas Puskesmas untuk diberikan kepada warga agar ditaburkan ke tempat-tempat genangan air untuk membunuh jentik nyamuk Aedes Aegypti," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.