Sabtu, 06 Jun 2026 17:56 WIB

4 Indikator Keberhasilan Pemilu 2024 di Jatim

Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono (foto: Humas Pemprov Jatim for jatimnow.com)
Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono (foto: Humas Pemprov Jatim for jatimnow.com)

jatimnow.com - Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono memaparkan keberhasilan pelaksanaan Pemilu 2024 di Jawa Timur.

"Alhamdulillah penyelenggaraan pesta demokrasi di Jatim sangat luar biasa. Saya rasa Pemilu di Jatim sudah selesai dan berlangsung aman dan kondusif,” ujar Adhy, dalam siaran resminya, Rabu (28/2/2024).

Baca Juga: IIMS Surabaya 2026 Dibuka, Dorong Pasar Otomotif Jawa Timur

Dalam kesempatan ini, Pj. Gubernur Adhy mengungkap bahwa ada 4 indikator utama yang mengantarkan keberhasilan penyelenggaraan pesta demokrasi kali ini. Antara lain, Pemilu berlangsung secara aman, partisipasi pemilih yang tinggi, tidak terjadi konflik yang merusak persatuan dan kesatuan bangsa serta tetap berjalannya pemerintahan dengan lancar baik di pusat maupun di daerah.

"Dari 4 indikator tadi kami menyatakan bahwa kita berhasil melaksanakan pemilu di Jawa Timur dengan baik. Tentu ini berkat dukungan dari semua pihak, pemerintah provinsi, kabupaten/kota, pelaksana pemilu, KPUD, Bawaslu, dan juga Forkopimda yang selalu hadir memonitor,” katanya.

Kaitannya partisipasi pemilih di Jawa Timur, Pj. Gubernur Adhy menyebut bahwa terjadi peningkatan dibandingkan Pemilu di tahun 2019. Partisipasi publik Pemilu di Jatim pada Pemilu 2014 mencapai 72,40 persen, kemudian di tahun 2019 naik menjadi 82,53 persen. Untuk Pemilu 2024 sementara ini telah mencapai lebih dari 82 persen. Padahal masih dalam tahapan rekapitulasi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Baca Juga: KADIN Jatim Soroti Ketimpangan Pajak UMKM dan Korporasi

Adhy juga menjelaskan, roda perekonomian di Jatim tetap berjalan saat Pemilu berlangsung. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa pertumbuhan ekonomi Jatim tahun 2023 tumbuh 4,95 persen (c to c) dan inflasi 2,92 persen (y to d), sehingga pertumbuhan ekonomi Jawa Timur inklusif.

"Inflasi kita 1 tahun kemarin 2,4 persen, inflasi di seluruh provinsi 2,54 persen, artinya kondisinya stabil. Bahkan pada bulan Januari kemarin, Jatim mengalami deflasi 0,01 persen. Itu menunjukkan bahwa walau ada hiruk pikuk Pemilu, roda ekonomi tetap berjalan," ungkap Adhy.

"Di Pemilu ini justru membuat ekonomi semakin bagus dan daya beli masyarakat semakin kuat," imbuhnya.

Baca Juga: Efisiensi Bongkar Muat di Pelabuhan Jambi Percepat Distribusi Barang

Ia menambahkan, inflasi yang terjadi saat ini lebih disebabkan kondisi menjelang Bulan Ramadan. Menurutnya, kebutuhan masyarakat kerap meningkat saat memasuki bulan tersebut.

"Oleh sebab itu, Pemprov Jatim akan terus bekerja keras memantau perkembangan harga di pasar guna menjaga stabilitas harga pangan bagi masyarakat,” katanya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.