Kamis, 18 Jun 2026 14:49 WIB

Melirik Tradisi Gulat Okol Sedekah Bumi di Kota Metropolis

  • Penulis :
  • | Minggu, 09 Sep 2018 17:11 WIB
Peserta gulat okol di Desa Sawo, Kel. Beringin, Kec. Sambikerep, Surabaya
Peserta gulat okol di Desa Sawo, Kel. Beringin, Kec. Sambikerep, Surabaya

jatimnow.com - Suasana meriah terlihat di Kampung Sawo, Kel. Beringin, Kec. Sambikerep, Surabaya. Semua warga menghadiri acara yang digelar setahun sekali, yaitu sedekah bumi. Tradisi itu, merupakan wujud rasa syukur warga atas hasil bumi yang diperoleh dari hasil pertanian.

Berbagai sesi acara digelar dalam rangkaian sedekah bumi ini. Mulai dari bersih desa, sedekahan, remo kaulan dan gulat tradisional. Dari rangkaian acara itu, gulat tradisional yang biasa disebut gulat okol, merupakan sesi acara yang paling ditunggu-tunggu.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Gulat okol merupakan tradisi tak kenal usia. Dewasa maupun anak-anak di sana, mengikutinya. Mereka bertanding di atas panggung beralaskan jerami yang ditutupi dengan terpal. Hal itu dilakukan agar saat peserta terbanting, peserta tidak akan merasa sakit.

Tidak hanya itu, setiap pertandingan, peserta diwajibkan memakai ikat kepala dan selendang yang diikatkan ke bagian perut.

Gulat okol itu, oleh panitia dibagi tiga kategori yaitu laki-laki dewasa, anak-anak dan ibu-ibu. Setiap pertandingan, terdapat dua peserta, satu lawan satu. Sepanjang pertandingan, sejumlah orang yang membawa jago, ikut mengawal jalannya pertandingan.

Peraturannya cukup sederhana, yakni, dengan menjatuhkan lawan selama dua kali main. Dan pemenang dalam setiap pertandingan mendapat hadiah berupa uang dan kaos.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Ini merupakan bentuk rasa syukur warga atas kemerdekaan negeri ini dan yang kedua rasa syukur bahwa sampai hari ini masyarakat Sawo masih dalam keadaan aman, tentram, tertib dan damai tidak ada hal-hal yang tidak kita harapkan bersama," sebut Suwarno, Ketua RW 02, Kampung Sawo, Minggu (9/9/2018).

Selain itu, lanjut Suwarno, tradisi ini menjadi ajang silaturahmi bagi seluruh warga

Acara sedekah bumi ini juga diisi dengan berbagai ritual dan hiburan tradisional, seperti tadi ada ruwatan desa dengan membawa tumpeng dan berdoa bersama di tegal desa. Bahkan sebelumnya, ada beberapa rangkaian acara seperti pagelaran tayub dan kesenian ludruk.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

 

 

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.