Sabtu, 06 Jun 2026 18:35 WIB

SD Pembangunan Jaya Sidoarjo Pamerkan Produk Daur Ulang di Hari Peduli Sampah

Produk hasil daur ulang limbah rumah tangga di Sekolah Dasar Pembangunan Jaya Sidoarjo. (Foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com).
Produk hasil daur ulang limbah rumah tangga di Sekolah Dasar Pembangunan Jaya Sidoarjo. (Foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com).

jatimnow.com - Peringati Hari Peduli Sampah Nasional 22 Februari, ratusan siswa Sekolah Dasar Pembangunan Jaya Sidoarjo memamerkan aneka produk olahan dari sampah rumah tangga, Rabu (21/2/2024).

Guru Koordinator Pameran, Muji Astuti, menjelaskan bahwa kegiatan pameran ini adalah bentuk keprihatinan warga sekolah terhadap beberapa kawasan di Sidoarjo yang terendam banjir akibat sungai yang dipenuhi sampah.

Baca Juga: Pelajar Asal Bogor Tewas Terlindas Truk di Gedangan Sidoarjo

"Berawal dari banyaknya limbah rumah tangga, juga kekhawatiran kita terhadap alam. Bagaimana cara kita mengolah barang yang tepat guna, sebagai salah satu cara menanggulangi banjir, agar anak-anak peduli lingkungan," ucapnya kepada jatimnow.com.

Ia menyampaikan ada 60 produk yang ditampilkan dari limbah rumah tangga yang menghasilkan macam-macam bentuk dan fungsi.

"Hasil kreasi produk tersebut antara lain sabun cuci pakaian yang terbuat dari eco enzim sampah sayuran dan buah-buahan, lilin aroma terapi dari minyak jelantah, aneka hiasan dari botol dan kemasan plastik hingga briket yang terbuat dari bonggol jagung buatan Dascha dan Shabrina murid kelas 5," imbuhnya.

Baca Juga: Inspirasi Schools Bangun Pembelajaran Global Berbasis Karakter

Muji mengungkapkan, tidak hanya produk olahan sampah rumah tangga, namun ada beberapa siswa sekolah dasar juga menampilkan sumber energi baru, seperti dari angin hingga arus air yang diubah oleh dinamo menjadi tenaga listrik.

Sementara itu, pembuat briket bonggol jagung, Dascha dan Shabrina menceritakan, perjuangan dalam menciptakan produk tersebut tidaklah mudah.

"Sempat mengalami kesulitan dan gagal dalam menciptakan produk tersebut, namun tak putus asa untuk dapat mengurangi sampah di rumah," ucapnya.

Baca Juga: WNA India Ditangkap di Sidoarjo, Diduga Telantarkan Anak Kandung

Dascha juga sempat membocorkan proses pembuatan briket bonggol jagungnya.

"Kalau tanya berapa lama, itu kita membuatnya seminggu, pakai tepung tapioka jadikan kanji, terus plastik kompor dan seterika. Kan di sekitar kita banyak dibuang, jadi kami pikir untuk dijadikan briket, bara api bisa tahan 10 menit," tutupnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.