Jumat, 03 Jul 2026 00:49 WIB

Melihat Eksotisnya Bonsai Rp2 Milyar di Lamongan

Penampakan Bonsai Santigi di pameran dan leleng bonsai PPBI Lamongan. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Penampakan Bonsai Santigi di pameran dan leleng bonsai PPBI Lamongan. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Bonsai Santigi sehargai Rp 2 Milyar bakal memeriahkan pameran dan lelang bonsai yang digelar Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Lamongan.

Kegiatan tersebut bakal digelar pada Selasa (30/6/2026) malam hingga Sabtu (4/7/2026) di Alun-alun Kota Lamongan.

Baca Juga: Gelar Khitan Massal, Penpodo Lokantantra Lamongan Disulap Jadi Ruang Tindakan

Bonsai Santigi milik salah satu pengusaha di Kabupaten Lamongan tesebut sudah berusia puluhan tahun dan pernah ditawar dengan harga tertinggi di angka Rp 1 milyar.

Santigi sendiri merupakan jenis pohon endemik asli Indonesia yang banyak diburu dan menjadi promadona kolektor lokal maupun macanegara.

Jelang pembukaan sejumlah persiapan telah dilakukan, salah satunya proses penjurian oleh dewan juri.

Ketua PPBI Lamongan, Suwanto mengungkapkan, terdapat 682 bonsai dari berbagai daerah di Indonesia turut berpartisipasi dalam kegiatan kali ini. Lebih jauh ia berharap kegiatan tersebut bisa memotovasi para pecinta bonsai lokal Lamongan.

Baca Juga: Relawan MBG dan SPPG di Lamongan Turun Jalan Dukung Program MBG

"Harapan kami, petani bonsai di Lamongan bisa mencontoh kualitas bonsai yang dipamerkan, kemudian mengembangkannya dengan karya sendiri hingga memiliki nilai jual tinggi," ujarnya, Senin (29/6/2026).

Menjelaskan mengenai karakter bonsai, Suwanto menyebut bahwa banyak faktor yang bisa mempengaruhi harga jual bonsai di kalangan kolektor. Selain estetika, juga dipengaruhi usia dan karakter tanaman.

"Ada bonsai yang usianya mencapai 40 hingga 50 tahun. Nilainya terus meningkat seiring bertambahnya usia dan kualitas bentuk yang dihasilkan," katanya.

Baca Juga: Diduga Karena Lalai, Tabrakan Beruntun Libatkan 3 Kendaraan Terjadi di Lamongan

Ketua Panitia Pameran, Munawi mengatakan proses penjurian berlangsung sebelum acara pembukaan resmi. Setelah pembukaan, area pameran akan dibuka untuk masyarakat umum secara gratis.

"Selama proses penjurian memang sementara ditutup untuk umum. Setelah pembukaan, masyarakat dipersilakan masuk tanpa dipungut biaya. Kami ingin menghilangkan anggapan bahwa pameran bonsai itu eksklusif. Justru kami ingin masyarakat datang, melihat, dan semakin mencintai seni bonsai," tuturnya.

Editor : Dadang Kurnia
Berita Terbaru

Nyaris Tuntas, 95 Persen Jemaah Haji Tiba via Debarkasi Surabaya

Progres pemulangan jemaah haji Debarkasi Surabaya telah mencapai 95 persen (42.013 orang). PPIH mencatat 17 jemaah masih dirawat di Arab Saudi dan 77 orang wafat.

Libur Sekolah, Volume Pengguna Commuter Line Area 8 Surabaya Melonjak 11,69%

Total volume pengguna commuter line di area 8 Surabaya menembus 374.110 orang, dengan rata-rata melayani 53.444 pengguna per hari.

PPLI dan DESI Hadirkan Soiusi Pengelolaan Limba yang Aman dan Berkelanjutan

Wujud sinergi DOWA Group di Indonesia dalam menghadirkan solusi pengelolaan limbah yang aman, inovatif, dan berkelanjutan bagi sektor industri.

Kisah Apoteker asal Surabaya Lolos S3 Griffith University Australia

Alumni Farmasi UNAIR apt. Khusnul Fitri Hamidah melanjutkan studi doktoral di Griffith University setelah berkarier di RS Universitas Airlangga

Diduga Lakukan Penggelapan, Mantan Calon Bupati Tulungagung Diadukan Polisi

Satreskrim Polres Tulungagung melakukan mediasi kepada kedua belah pihak. Namun belum menemukan titik temu dalam pembahasannya.

Krisis Biokultural Ancam Bahasa, Ritual, dan Pengetahuan Masyarakat Adat

WGII mengingatkan krisis biokultural mengancam bahasa, ritual, dan pengetahuan Masyarakat Adat yang selama ini menjaga alam Indonesia.