Minggu, 21 Jun 2026 12:22 WIB

Kue Keranjang Kie Lidyana, Salah Satu Produsen Legendaris di Surabaya

  • Penulis : Haryo Agus
  • | Jumat, 09 Feb 2024 17:35 WIB
Kue Keranjang Kie Lidyana (Foto: Haryo Agus/ jatimnow.com)
Kue Keranjang Kie Lidyana (Foto: Haryo Agus/ jatimnow.com)

jatimnow.com - Kue Keranjang menjadi salah satu makanan wajib saat perayaan tahun baru Imlek. Hal itu menjadi berkah bagi pedagang dan produsen Kue Keranjang di Surabaya.

Salah satunya adalah Kue Keranjang Kie Lidyana yang sudah berdiri lebih dari 15 tahun. Produsen kue keranjang yang berada di Jalan Kalidami IX Nomor 9, Mojo, Kecamatan Gubeng, Surabaya itu ikut kecipratan berkah Imlek di tahun Naga Kayu.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Pasalnya, pada Imlek tahun ini, kue keranjang milik Kie Lidyana tersebut mampu terjual 8000 dus, atau meningkat 20 persen dibanding tahun sebelumya yang hanya 6000 dus.

"Saya membuat kue keranjang cuman pada perayaan Imlek. Untuk sehari-hari tidak produksi, kecuali ada pesanan," katanya pada jatimnow.com, Jumat (9/2/2024).

Kie Lidyana menuturkan, bahwa permintaan kue keranjang sudah ramai sejak 10 hari menjelang Imlek. Permintaan itu pun masih akan ramai sampai 1 minggu setelah Imlek atau bertepatan sampai perayaan Cap Go Meh.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Sehari produksi 40 kilogram tepung. Itu bisa jadi sekitar 320 buah," kata ujarnya.

Kue Keranjang Kie Lidyana ada dalam beberapa varian isi, yakni isi 2-4-9 per pack dengan harga Rp30 ribu. Kie Lidyana menuturkan bahwa kue keranjang buatannya dijual di beberapa toko di Surabaya, di antaranya Pasar Atom, Indo Grosir, Bilka, dan Pasar Pabean.

"Di Pasar Atom yang paling banter (cepat habis). Seberapa banyak pun akan habis. Soalnya cuman sedikit yang memproduksi. Cuman tiga di Surabaya," tuturnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Kie Lidyana menjelaskan, proses pembuatan kue keranjang terbilang cukup mudah. Bahan-bahan yang dibutuhkan yakni tepung, air, dan gula dengan perbandingan 1:1:1. Kemudian diaduk merata dan dikukus.

"Itu masaknya harus hati-hati. Api harus paling kecil, pelan-pelan, dan lama. Butuh waktu 15 jam. Kalau api besar, itu kan cepat matangnya. Itu malah bikin rusak, bikin gak enak," tandasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.