Selasa, 16 Jun 2026 09:55 WIB

Ratusan Warga Dusun Trenceng Ponorogo Lumpuh Terjangkit Chikungunya

Warga Trenceng yang terkena chikungnya berjemur. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Warga Trenceng yang terkena chikungnya berjemur. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com - Warga Dusun Trenceng, Desa Mrican, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo resah. Ratusan warga Dusun Trenceng lumpuh karena terjangkit chikungunya.

Pantauan di lokasi, terlihat warga Dusun Trenceng menyempatkan diri untuk berjemur. Ini karena mereka meyakini dengan berjemur di bawah sinar matahari saat pagi hari bisa meningkatkan daya tubuh dan bisa segera lekas membaik.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Salah satu warga, Dedy Kurniawan mengaku terjangkit chikungunya. Selama 3 hari berturut-turut hanya bisa tergolek lemas di kasur. Karena seluruh tubuh pegal-pegal.

“3 hari terkapar tidak bisa apa-apa. Sekarang sudha mulai aktivitas tapi terbatas,” ujar Dedy Kurniawan, Kamis (1/2/2024) saat ditemui.

Tidak hanya Dedy, satu rumah denganya yang terkena chikungunya adalah sang istri. Parahnya, sang istri masih hamil muda.

“Istri saya kondisinya hamil muda. Istri saya tidak parah. Cuma pergelangan tangan yang sakit,” papar Dedy.

Nenek Kedah juga mengaku terkena penyakit karena gigitan nyamuk aedes aegypti dan aedes albopictus. Tidak main-main, dia seperti lumpuh selama 10 hari,

“Sakit semua rasanya selama 10 hari terkena. Serumah kena semua kecuali cucu saya,” papar Nenek Kedah.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Kepala Dusun Trenceng, Nurhadi mengatakan pertama warga yang terjangkit chikungunya sejak 3 bulan lalu. Setelah itu, warga yang terjangkit chikungunya bertambah.

“Sudah 3 bulan ini sampai sekarang. Gejala warga yang terkena chikungunya linu, otot kaku badan panas berkeringat lemas, Sangat menganggu sekali,” urainya.

Menurutnya, yang terjangkit tidak hanya satu atau dua warga. Dari laporan, total ada ratusan warga yang terjangkit.

"Ada ratusan. Ya ada 200 warga di sini (Dusun Trenceng) yang terjangkit chikungunya,” ungkapnya.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

Namun warga bergantian, yang terjangkit chikungunya kemudian sembuh bisa kambuh lagi.

“Tapi ya kumat lagi. Jadi terkena chikungunya lalu sembuh kemudian kumat lagi. Banyak yang terjangkit. Warga RT 4 dan RT 3 RW 1 hampir terkena semua,” pungkasnya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.