Sabtu, 20 Jun 2026 10:48 WIB

Tukang Becak di Kampung Inggris Pare Jago Speaking English, Opo Iyo Cah?

  • Penulis : Yanuar Dedy
  • | Selasa, 30 Jan 2024 13:40 WIB
Suasana Kampung Inggris Pare. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)
Suasana Kampung Inggris Pare. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)

jatimnow.com - Anggapan bahwa warga lokal di Kampung Inggris Pare jago ngomong Inggris ternyata memang bukan isapan jempol. Termasuk mereka para tukang becak hingga penjual pentol.

Sekretaris Forum Kampung Bahasa, Agus Tri Winarso memastikan bahwa anggapan tersebut benar. Meski tidak menjadi bahasa sehari-hari, kini semakin banyak warga lokal dan mereka yang menjalankan usaha disana fasih berbahasa Inggris.

Baca Juga: Ponpes Al Falah Kediri Ditetapkan Tuan Rumah Munas Alim Ulama dan Konbes NU

“Benar, tapi memang tidak semua,” kata Sekretaris Forum Kampung Bahasa, Agus Tri Winarso dalam kesempatan wawancara dengan jatimnow.com, Selasa (30/1/2024).

Awalnya, memang ini hanya stigma positif yang melekat pada warga lokal di sana. Namun nyatanya, tidak banyak warga yang bisa berbahasa Inggris. Termasuk penjual pentol yang disebut-sebut bisa melayani para pelajar dengan bahasa Inggris, ternyata tidak.

Dua tahun terakhir, Forum Kampung Bahasa menggagas Kampung Inggris Mengajar untuk menghadapi fakta bahwa jumlah pembicara aktif Bahasa Inggris yang sedikit, terutama dari kalangan masyarakat lokal. Program ini telah berjalan dari Oktober hingga November 2022.

Baca Juga: Razia Gabungan di Lapas Kediri, Petugas Amankan Barang Terlarang

Kampung Inggris Mengajar, menurut Agus Tri Winarso merupakan program pembinaan Bahasa Inggris bagi pedagang kaki lima, tukang ojek, pemilik kos-kosan, atau masyarakat lokal lainnya yang ada di Kampung Inggris.

Melalui program ini, diharapkan bisa menjawab dan memberikan solusi atas anggapan orang ketika mendengar kata Kampung Inggris, pasti orang-orang yang tinggal di dalamnya menggunakan Bahasa Inggris dalam segala aktifitasnya. Sekaligus dapat me-rebranding Kampung Inggris di luar daerah.

“Per tahun ada 1000 orang, tukang becak, laundry, kos-kosan, PKL, macem-macem lah,” tambahnya.

Baca Juga: Khofifah Komitmen Jatim Garda Terdepan Penguatan Industri Gula Nasional

Sehingga, menurut Agus daya tarik ini bisa mendatangkan lebih banyak lagi pelajar dari luar untuk belajar di Kampung Inggris dan turut menggerakkan roda perekonomian masyarakat Pare dan Kabupaten Kediri pada umumnya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.