Senin, 15 Jun 2026 20:34 WIB

Gubernur Khofifah Beri Opsi Gedung Sekolah untuk TPS, Antisipasi Puting Beliung

  • Penulis : Gerhana
  • | Minggu, 28 Jan 2024 11:02 WIB
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dalam sambutannya saat kegiatan Disaster Leadership Academy (DiLA) di Coban Rais, Kota Batu pada Sabtu (27/1/2024). (Foto: Prokopim Pemkot Batu)
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dalam sambutannya saat kegiatan Disaster Leadership Academy (DiLA) di Coban Rais, Kota Batu pada Sabtu (27/1/2024). (Foto: Prokopim Pemkot Batu)

jatimnow.com - Beberapa daerah di Jawa Timur mulai menghadapi musim penghujan. Potensi bencana alam yang dapat terjadi sewaktu-waktu diharapkan tidak sampai mengganggu kelancaran jalannya Pemilu 2024.

Penggunaan tenda untuk Tempat Pemungutan Suara (TPS) diperkirakan masih menjadi pilihan bagi penyelanggara Pemilu 2024, termasuk di Jawa Timur.

Baca Juga: Audit Sampah Ungkap Sachet Kuasai Limbah Rumah Tangga Batu

Menanggapi hal itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, tidak menutup kemungkinan daerah rawan bencana untuk tidak menggunakan tenda untuk TPS. Opsi lainnya, yakni menggunakan gedung-gedung milik pemerintah seperti sekolah-sekolah, dan lainnya.

Namun, hal itu masih harus dikombinasikan lebih lanjut dengan pihak-pihak terkait, seperti penyelenggara pemilu, dan pemerintah daerah kota/ kabupaten.

Baca Juga: Pemuda Mojokerto Lompat dari Jembatan Cangar Batu, Ini Dugaan Motifnya

"Kalau misalnya cukup dengan kelas-kelas di sekolah, bagus juga, nanti juga saya komunikasikan, khawatir juga hujan dan angin puting beliung," kata Khofifah pada Sabtu (27/1/2024).

Meski begitu, penggunaan tenda untuk TPS dalam penyelenggaraan Pemilu 2024 masih dilakukan.

Baca Juga: Mikutopia, Destinasi Wisata Alternatif di Kota Batu

"Di beberapa titik memang pakai tenda, karena untuk bisa memberikan ruang untuk para pemilih, saksi dan seterusnya," katanya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.