Minggu, 21 Jun 2026 05:44 WIB

Kelezatan Rujak Cingur Legendaris Madura di Jalan Dhoho Kediri, Ini Rahasianya!

Siti Fatimah saat meracik rujak cingur di Jalan Dhoho Kediri. (Foto: Yanuar Dedy)
Siti Fatimah saat meracik rujak cingur di Jalan Dhoho Kediri. (Foto: Yanuar Dedy)

jatimnow.com - Kediri bukan hanya tentang pecel dan nasi goreng anglo. Lebih dari setengah abad, kelezatan rujak cingur asli Madura turut melengkapi khasanah kuliner di Kota Tahu yang cukup beragam.

Pernah mampir ke rujak Aries Motor di Jalan Dhoho?

Baca Juga: Ponpes Al Falah Kediri Ditetapkan Tuan Rumah Munas Alim Ulama dan Konbes NU

Ya, adalah Siti Fatimah yang membawa rujak cingur ini ke Kota Kediri sejak tahun 1968. Hingga kini, ia masih cukup eksis karena rasanya. Anda wajib coba!

Sekilas tak ada yang berbeda dari rujak cingur kebanyakan. Rujak hanya berisi cingur atau bibir sapi, lontong, tahu, tempe, sayuran dan buah; nanas, belimbing, bengkoang dan mentimun. Juga tak ada yang istimewa dari layah dan ulekan yang menggunakan kayu utuh itu. Tapi ini rahasianya, Fatimah menggunakan dua petis yang berbeda.

“Iya, petisnya dua, berbeda,” kata Siti Fatimah yang masih cukup sehat di usianya yang hampir 76 tahun, Kamis (25/1/2024).

Petis hitam itulah yang membuat racikan rujak cingur Siti Fatimah terkenal, pelanggannya ramai. Setiap hari, mulai pukul 09.00-16.00 WIB bisa dipastikan tangannya tidak berhenti mengulek campuran bumbu berupa petis, kacang, gula merah, bawang goreng dan sedikit garam tersebut.

Baca Juga: Razia Gabungan di Lapas Kediri, Petugas Amankan Barang Terlarang

Kini perempuan asal Bangkalan itu dibantu, anak keempatnya Siti Maryam yang tugasnya memotong buah dan menerima pesanan dan melayani pembayaran.

Ini tahun ke-40 Siti Fatimah berjualan di muka dealer Aries Motor tersebut. 15 tahun sebelumnya dia berjualan keliling Kota Kediri. Dia memikul wakul berisi bahan rujak itu di kepalanya, keliling hingga Pasar Pahing dan sekitarnya.

“Awalnya keliling, ya susah dulu,” lanjut perempuan yang kini sudah memiliki 15 cucu itu dalam bahasa jawa.

Baca Juga: Khofifah Komitmen Jatim Garda Terdepan Penguatan Industri Gula Nasional

Satu porsi yang terbilang jumbo ini dihargai Rp20.000. Anda boleh request campur atau matengan dalam istilah bahasa Jawa untuk rujak tanpa buah.

Bila lapar menyerang tiba-tiba saat berbelanja di Jalan Dhoho Kediri, atau kebetulan sedang melintas di sana, anda boleh mampir dan rasakan rujak ulek asli Madura tersebut.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.