Sabtu, 20 Jun 2026 00:47 WIB

Warga Surabaya Tidur di Kandang Ayam Bakal Dimasukkan Liponsos

Sodikin saat tidur di kandang ayam di kawasan Kapas Gading Madya, Kecamatan Tambaksari, Surabaya (dok.jatimnow.com)
Sodikin saat tidur di kandang ayam di kawasan Kapas Gading Madya, Kecamatan Tambaksari, Surabaya (dok.jatimnow.com)

jatimnow.com - Keluarga Sodikin (68) warga Surabaya yang sakit dan tinggal di kandang ayam kawasan Kapas Gading Madya, Kecamatan Tambaksari, Surabaya disebut telah pasrah terkait Sodikin akan dimasukkan ke Liponsos atau Griya Werdha.

Hal itu diungkap Lurah Peneleh, Skundario Kristianindraputra. Skundorio mengatakan, pernyataan itu ia dapat dari hasil mediasi bersama keluarga dan anak-anak Sodikin.

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Program Indonesia - UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

"Sebenarnya keluarga tidak masalah kalau pemkot mengambil tindakan menaruh beliau (Sodikin) di Liponsos atau Griya Werdha. Kita juga sudah konfirmasi ke keluarga, kalau memang dibutuhkan kesediaan dari keluarga, keluarga siap menyatakan kesediaan itu," katanya, usai mediasi di Kantor Kelurahan Peneleh Surabaya, Selasa (23/1/2024).

Skundario mengatakan, keluarga dan anak-anak Sodikin merasa dirugikan sebab merasa tak pernah menelantarkan Sodikin di kandang ayam. Menurutnya, tidur di kandang ayam itu adalah keputusan Sodikin sendiri.

Malah, Sodikin lah yang disebut telah lalai menafkahi anak dan istrinya selama 20 tahun. Bahkan tak pulang saat istrinya meninggal dunia.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Kata Skundario, hingga saat ini, status KK Sodikin masih ikut keluarganya di Peneleh. Dari penjelasan pihak keluarga, Sodikin telah meninggalkan rumah dan keluarga Peneleh lebih dari 20 tahun.

"Bahkan saat istri beliau sakit, meninggal, beliau (Sodikin) juga tidak datang ke rumah. Lalu ada berita kalau keluarga yang menelantarkan, tapi setelah kita konfirmasi, justru sebaliknya, yang menelantarkan itu adalah Pak Sodikin," ungkap dia.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Sodikin memiliki tiga orang anak perempuan yang seluruhnya tinggal bersama di Peneleh Surabaya, selama lebih dari 20 tahun. Menurut Skundario, selama 20 tahun itu, Sodikin tidak pernah memberikan nafkah kepada istri dan ketiga anaknya.

"Dan beliau kadang pulang ke Peneleh pun hanya sesekali dan diterima (anaknya) dengan baik. Jadi tidak ada istilah penelantaran atau tidak diterima kembali keluarga. Saya rasa kalau di pemberitaan itu hanya satu sisi, sepihak, tidak ada konfirmasi ke (keluarga) Peneleh," pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.