Kamis, 18 Jun 2026 09:40 WIB

Warga Surabaya Sakit Tidur di Kandang Ayam Gegara Diusir Anak, Pak Wali Tolong..

Sodikin tidur dalam kandang ayam di Kapas Gading Madya karena diusir anaknya. (Foto-foto: Angga for jatimnow.com)
Sodikin tidur dalam kandang ayam di Kapas Gading Madya karena diusir anaknya. (Foto-foto: Angga for jatimnow.com)

jatimnow.com - Warga Surabaya bernama Sodikin (68) diusir oleh anaknya dari rumah. Saat ini, ia tinggal di sebuah tanah kosong yang biasa digunakan warga sebagai kandang ayam di Kapas Gading Madya.

Nur Ali, salah satu warga yang sehari-hari merawat Sodikin menceritakan, pria tua renta itu datang ke kampung Kapas Gading Madya pada awal tahun 2023. Sebelumnya ia tinggal bersama tiga anaknya di Peneleh. Entah karena permasalahan apa, Sodikin diusir oleh keluarganya sendiri.

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Program Indonesia - UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

"Jadi dia dulu masa mudanya memang orang sini (Kapas Gading Madya). Tapi lalu pindah ke Peneleh. KTP-nya juga sudah pindah Peneleh,” kata Nur Ali, Minggu (21/01/2024).

Karena sudah tidak memiliki rumah di Kapas Gading Madya, ia sempat menjadi gelandangan dengan tidur di emperan toko, parkiran atau pinggir-pinggir jalan. Hidupnya hanya mengandalkan belas kasih pemberian warga sekitar.

Ia lalu menemukan sebidang tanah lapang di Dukuh Setro yang biasa dibuat untuk warga sekitar merawat ayamnya. Ia pun memutuskan tidur bersama dengan ayam-ayam warga.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Tepat pada tanggal 7 Januari 2023, kondisi kesehatan Sodikin menurun. Ia tidak bisa berjalan karena kakinya bengkak. Sehari-hari hanya meringkuk di tempat tidurnya. Ia buang kotoran kecil dan besar di kasurnya itu.

Karena hidup sendirian dan warga juga tidak mengetahui kalau Sodikin sakit, kondisinya makin mengenaskan. Sekujur badannya dipenuhi kotoran juga belatung. Mat Ali yang pertama kali mengetahui kondisi Sodikin saat sakit lantas meminta bantuan warga.

"Jadi kemarin sempat dibawa ke Rumah Sakit Soewandi pakai uang warga. Kita pikir sudah meninggal dunia kan karena ada belatung. Tapi ternyata masih hidup terus kita bersih-bersih. Badan itu kotoran semua. Saya sampai muntah-muntah,” imbuh Nur Ali.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Karena kejadian itu, warga lantas menghubungi keluarganya di Peneleh. Namun, anak-anaknya tidak peduli. Mereka malah mengusir dan menyuruh warga untuk menaruh bapaknya di Liponsos. Warga pun meminta pihak keluarga untuk menandatangani surat penyerahan ke Liponsos.

"Kami ke anaknya sudah 2 kali. Kami diusir mas. Anaknya Dimintai tanda tangan dan surat penyerahan ke Liponsos juga ga mau. Kan kita bingung mas. Kalau Sodikin ini ada apa-apa seperti kemarin bagaimana ? Siapa yang bertanggung jawab,” tutur Nur Ali.

Kini warga hanya berharap Pemkot Surabaya untuk mengambil inisiatif agar bisa memindahkan Sodikin ke Liponsos untuk hidup yang lebih layak dari pada tidur di kandang ayam.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.