Kamis, 18 Jun 2026 07:01 WIB

Kisah Lansia Penjual Roti Keliling Dorong Gerobak dari Wates hingga Kota Kediri

Karnoto saat bertemu Mas Dhito di ruang kerjanya. (Foto: Pemkab Kediri/jatimnow.com)
Karnoto saat bertemu Mas Dhito di ruang kerjanya. (Foto: Pemkab Kediri/jatimnow.com)

jatimnow.com - Warga Kediri mungkin sudah tak asing dengan Karnoto, lansia penjual roti bolang baling yang biasa berkeliling menggunakan gerobak. Setiap hari penuh semangat dia mendorong gerobaknya itu dari Wates hingga Kota Kediri.

Kisah perjuangan Karnoto, terdengar sampai ke telinga Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana. Karnoto pun diundang ke kantor Pemerintahan Kabupaten Kediri didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kediri Ariyanto.

Baca Juga: Mas Dhito Pastikan Pengerjaan Atap Stadion Gelora Daha Jayati Selesai Tahun Ini

Di ruang kerjanya, Mas Dhito mengaku pertama kali mengetahui Karnoto dari media sosial. Setelah mengobrol dengan Karnoto baru diketahui bahwa pedagang roti keliling ini memiliki keterbatasan dalam pengelihatan karena katarak.

Setiap hari, kecuali saat hujan, Karnoto rutin berjualan keliling. Karena keterbatasan yang dimiliki untuk melihat jarak jauh, becak yang dimodif menjadi gerobak pun terus didorong hingga alun-alun Kota Kediri. Dari rumahnya di Dusun Turi, Desa Janti Kecamatan Wates dia berangkat pagi, sekitar pukul 08.00 dan tiba kembali di rumah sekitar pukul 22.00 WIB.

"Umpami jawah mboten sadean, kademen kulo, sikil rasane ngetok-ngetok, rematik (kalau hujan tidak jualan, kedinginan saya, kaki rasanya sakit)," kata penjual roti berusia 60 tahun itu kepada Bupati Kediri, seperti dalam rilis yang diterima redaksi, Kamis (11/1/2024).

Dari jualan keliling, Karnoto bisa mendapatkan uang Rp200 ribu. Uang itu, ketika dikurangi setoran ke juragan roti hasil bersih yang diterima Rp44 ribu. Dengan hasil yang didapat, Karnoto sangat bersyukur.

Di rumahnya, bapak tiga orang anak ini tinggal bersama istri, seorang anak perempuan beserta suami dan seorang cucu. Selain Karnoto yang bekerja berjualan roti keliling, menantunya bekerja di pabrik saos.

Mendengar pengakuan penjual roti itu, Mas Dhito menawarkan untuk membantu. Pertama, dia menyarankan supaya Karnoto mau operasi katarak. Untuk menjalani operasi, bupati siap mengantarkan sendiri. Namun, tawaran itu ditolak karena Karnoto mengaku takut ketika harus operasi.

"Kalau nggak mau operasi nggak apa-apa. Tapi saya mau bantu bapak. Kalau mau jualan monggo, mau jualan apa silahkan, tempatnya akan kami carikan," jawab Mas Dhito.

Baca Juga: Mas Dhito Segera Rehab Puskesmas Tiron Kediri yang Terbakar

Mas Dhito menyatakan, kalaupun Karnoto nantinya mau membuka toko kelontong atau jualan di pasar, pemerintah Kabupaten Kediri akan membantu.

"Saya sebagai pelayannya masyarakat punya kewajiban untuk membantu bapak. Kita mau bantu bapak. Kalau bapak belum punya gambaran kita yang akan bimbing," terang Mas Dhito lagi.

Mas Dhito mengapresiasi semangat Karnoto yang tetap bertekad untuk tetap berjualan. Dia berharap, Karnoto nantinya tidak harus sampai berjualan keliling mendorong gerobak dari Wates sampai alun-alun Kediri. Terlebih dengan kondisinya yang sudah tua.

Setelah mengobrol jauh, Karnoto mengaku bersama istrinya bisa membuat roti sendiri. Dari pengakuan itu, Mas Dhito menyatakan siap membantu baik dari modal usaha maupun membantu mencarikan tempat berjualan.

Mas Dhito meminta Dinas Sosial berkoordinasi dengan Camat Wates maupun dinas lain untuk mendampingi. Termasuk memberikan pelatihan kepada Karnoto dan keluarga hingga dagangannya layak dan usahanya berjalan.

Baca Juga: Rakor Forkopimda di Jogja, Mas Dhito Tegaskan Komitmen Jaga Kondusifitas Kediri

"Nanti kita dampingi sampai beliau bisa jalan entah anaknya atau istrinya nanti bantu yang penting bukan beliau sendiri. Nanti keluarganya dilibatkan," tandasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Sosial Ariyanto menyampaikan Karnoto merupakan warga yang telah terdaftar menerima bantuan sosial tunai (BST) melalui pos, bantuan beras serta bantuan jaminan kesehatan.

Dari instruksi bupati, pihaknya akan berkoordinasi dengan Camat Wates, pemerintah desa termasuk dinas lain untuk melakukan pendampingan termasuk membantu mencarikan tempat usaha.

"Kita nanti lakukan assesment juga dengan keluarganya terkait langkah-langkah yang akan kita lakukan, kemudian bantuan yang dibutuhkan supaya pak Karnoto dan keluarga juga bisa bekerja untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari," tandasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.