Rabu, 17 Jun 2026 13:14 WIB

Pemkab Trenggalek Jajaki Kerja Sama Carbon Trading dengan UINSA Surabaya

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin usai mengikuti diskusi di UINSA. (Foto: Dok Prokopim Pemkab Trenggalek for jatimnow.com)
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin usai mengikuti diskusi di UINSA. (Foto: Dok Prokopim Pemkab Trenggalek for jatimnow.com)

jatimnow.com - Perdagangan karbon atau carbon trading akan terus menjadi pembahasan dalam beberapa tahun ke depan, baik secara nasional maupun global. Menurut Bupati Trenggalek, diskusi terkait hal itu masih panjang dan akan menjadi kurang menguntungkan jika tertinggal.

Hal ini disampaikan Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, saat menghadiri rapat koordinasi penjajakan kerja sama dengan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya di Fakultas Sains dan Teknologi.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Melalui kerja sama tersebut, diharapkan ke depan ketika yang dilakukan di Trenggalek terlihat hasilnya, maka akan menjadi hal cukup positif dengan menyumbangkan pemikiran yang lebih adil dan setara bagi semua.

"Intinya sekarang kita ingin mendorong bagaimana inisiasi kota dalam hal ini kabupaten, itu bisa melahirkan satu kebijakan konkret, goals-nya dalam jangka waktu pendek menengah ini menjadi carbon neutral city," ujarnya, Rabu (10/01/2024).

Carbon trading bagi Kabupaten Trenggalek bisa menjadi skema fiskal yang baru melalui pembangunan berbasis lestari. Tidak berisiko terhadap lingkungan hidup tetapi menghasilkan pendapatan.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Bupati yang akrab disapa Mas Ipin ini juga menegaskan bahwa pembahasan Carbon akan masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) sampai tahun 2045.

"Kita sudah menyiapkan nanti di RPJPD sampai tahun 2045 itu sudah net zero carbon," sambungnya.

Menurut Mas Ipin, carbon trading ini dapat dilakukan oleh masyarakat tanpa harus merubah mindset apapun. Prosesnya juga bisa dibilang sangat mudah.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Artinya, sekarang tidak perlu kita melakukan eksploitasi terhadap sumber daya alam tetapi bisa dimonetisasi, dan kesempatan ini bisa hadir kalau kemudian ada dukungan dari expert, justifikasi sainsnya sudah masuk," pungkasnya.

 

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.