Rabu, 22 Jul 2026 04:24 WIB

Stres Karena Gagal Nyaleg? Ini Cara Antisipasinya

  • Penulis : Haryo Agus
  • | Rabu, 10 Jan 2024 15:31 WIB
Baliho Caleg (dok. jatimnow.com)
Baliho Caleg (dok. jatimnow.com)

jatimnow.com - Menjelang Pemilu 2024, banyak Calon Legislatif (Caleg) berlomba-lomba mengerahkan kemampuan dan materi yang dia miliki agar bisa menang dalam pencalonan anggota DPR atau DPRD kabupaten/kota.

Namun, banyak Caleg yang terganggu kesehatan mentalnya karena gagal saat nyaleg. Mereka merasa kecewa dan tidak terima atas kekalahan yang dialami. Apalagi, kekalahan itu dialami ketika Caleg sudah mengeluarkan banyak uang untuk proses pencalonan.

Baca Juga: Cegah Depresi Pelajar, Psikolog Desak Sekolah Rombak Total Sistem Well-being

"Kekecewaaan, merasa kalah, marah, apalagi bila sudah menghabiskan dana yang sangat banyak yang tanpa perhitungan matang sebelumnya. Hal inilah yang memicu kondisi mental menjadi tidak sehat," kata Psikolog Siloam Hospital Surabaya, Dr. Hj. Mierrina, M.Si., kepada jatimnow.com, Rabu (10/1/2024).

Psikolog Siloam Hospital Surabaya, Dr. Hj. Mierrina, M.S (Mierrina for jatimnow.com)Psikolog Siloam Hospital Surabaya, Dr. Hj. Mierrina, M.S (Mierrina for jatimnow.com)

Mierrina menjelaskan, agar terhindar dari gangguan mental saat kalah nyaleg, Caleg harus mengembalikan pikiran mereka pada tujuan awal mencalonkan diri. Menurutnya, gangguan mental atau stres merupakan sebuah pilihan.

Baca Juga: Kekerasan di Daycare, Psikolog Ingatkan Bahaya Trauma Anak dan Mom-Shaming

"Apabila kita menganggap bahwa kekalahan itu adalah sebagai hal yang menyakitkan, memalukan dengan berbagai ekspresi emosi negatif lainnya, maka jadilah kita stres," jelasnya

"Namun apabila melakukan kekalahan itu dijadikan media introspeksi diri dan kembali pada tujuan awal, maka secara perlahan akan memungkinkan bisa berdamai dengan diri sendiri," imbuhnya.

Menurut Mierrina, gangguan mental atau stres itu dibedakan menjadi dua penanganan. Ada yang hanya butuh penanganan dari psikolog dan juga ada yang perlu penanganan secara medis atau psikiater.

Baca Juga: PKB Ingatkan Kualitas Caleg, Halim: Pemain Cadangan Siap Gantikan Incumbent

Jika seseorang yang stres itu masih memiliki kesadaran untuk menjadi lebih baik dan belum sampai pada gangguan psikis maupun fisik yang lebih parah, seperti gangguan tidur. Maka, penanganan dilakukan oleh psikolog.

"Namun bila sudah pada keluhan fisik yang lebih parah dan membutuhkan psikofarmakoterapi maka akan direferalkan pada psikiater atau penanganan medis," tandasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.