Sabtu, 06 Jun 2026 22:03 WIB

Stres Karena Gagal Nyaleg? Ini Cara Antisipasinya

  • Penulis : Haryo Agus
  • | Rabu, 10 Jan 2024 15:31 WIB
Baliho Caleg (dok. jatimnow.com)
Baliho Caleg (dok. jatimnow.com)

jatimnow.com - Menjelang Pemilu 2024, banyak Calon Legislatif (Caleg) berlomba-lomba mengerahkan kemampuan dan materi yang dia miliki agar bisa menang dalam pencalonan anggota DPR atau DPRD kabupaten/kota.

Namun, banyak Caleg yang terganggu kesehatan mentalnya karena gagal saat nyaleg. Mereka merasa kecewa dan tidak terima atas kekalahan yang dialami. Apalagi, kekalahan itu dialami ketika Caleg sudah mengeluarkan banyak uang untuk proses pencalonan.

Baca Juga: Cegah Depresi Pelajar, Psikolog Desak Sekolah Rombak Total Sistem Well-being

"Kekecewaaan, merasa kalah, marah, apalagi bila sudah menghabiskan dana yang sangat banyak yang tanpa perhitungan matang sebelumnya. Hal inilah yang memicu kondisi mental menjadi tidak sehat," kata Psikolog Siloam Hospital Surabaya, Dr. Hj. Mierrina, M.Si., kepada jatimnow.com, Rabu (10/1/2024).

Psikolog Siloam Hospital Surabaya, Dr. Hj. Mierrina, M.S (Mierrina for jatimnow.com)Psikolog Siloam Hospital Surabaya, Dr. Hj. Mierrina, M.S (Mierrina for jatimnow.com)

Mierrina menjelaskan, agar terhindar dari gangguan mental saat kalah nyaleg, Caleg harus mengembalikan pikiran mereka pada tujuan awal mencalonkan diri. Menurutnya, gangguan mental atau stres merupakan sebuah pilihan.

Baca Juga: Kekerasan di Daycare, Psikolog Ingatkan Bahaya Trauma Anak dan Mom-Shaming

"Apabila kita menganggap bahwa kekalahan itu adalah sebagai hal yang menyakitkan, memalukan dengan berbagai ekspresi emosi negatif lainnya, maka jadilah kita stres," jelasnya

"Namun apabila melakukan kekalahan itu dijadikan media introspeksi diri dan kembali pada tujuan awal, maka secara perlahan akan memungkinkan bisa berdamai dengan diri sendiri," imbuhnya.

Menurut Mierrina, gangguan mental atau stres itu dibedakan menjadi dua penanganan. Ada yang hanya butuh penanganan dari psikolog dan juga ada yang perlu penanganan secara medis atau psikiater.

Baca Juga: PKB Ingatkan Kualitas Caleg, Halim: Pemain Cadangan Siap Gantikan Incumbent

Jika seseorang yang stres itu masih memiliki kesadaran untuk menjadi lebih baik dan belum sampai pada gangguan psikis maupun fisik yang lebih parah, seperti gangguan tidur. Maka, penanganan dilakukan oleh psikolog.

"Namun bila sudah pada keluhan fisik yang lebih parah dan membutuhkan psikofarmakoterapi maka akan direferalkan pada psikiater atau penanganan medis," tandasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.