Senin, 22 Jun 2026 17:29 WIB

Cerita Emak-emak Pelipat Surat Suara KPU Ponorogo, Ketawa-ketiwi Raup Cuan

Emak-emak sedang sibuk melipat surat suara. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Emak-emak sedang sibuk melipat surat suara. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com - Sortir dan pelipatan suara menjadi berkah bagi ratusan emak-emak di Kabupaten Ponorogo. Mereka menjadi pelipat surat suara dan mendapatkan honor jutaan rupiah.

Gudang logistik Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ponorogo, Selasa (9/1/2024), terlihat ratusan orang melipat surat suara pemilu. Dari 200 petugas pelipat suara itu, 80 persen adalah emak-emak.

Baca Juga: Pelantikan Bupati Ponorogo Terpilih Diundur Maret 2025, Kenapa?

Emak-emak itu sangat telaten melipat surat suara, sesekali mereka bercerita tentang banyak hal. Lalu tertawa karena kelucuan.

Di tengah-tengah mengobrol, mereka sesekali menghitung sudah berapa surat suara yang telah dilipat. Ini berhubungan dengan pendapatan mereka tergantung jumlah surat suara yang berhasil dilipat.

Dari data yang ada, emak-emak itu mendapatkan upah Rp280 per surat suara DPRD kabupaten, DPRD provinsi, DPR RI maupun. Sedangkan untuk surat suara Pilpres, mereka mendapaan Rp200 per surat suara.

"Saya sering karena dapatnya banyak,” ujar Sundari berkelekar, Selasa siang.

Warga Kelurahan Pakeunden ini mengaku sudah 4 kali ini menjadi petugas pelipat surat suara. Pemilu sebelumnya Rp1 jutaan saat melakukan pelipatan surat suara pemilihan kepala daerah (Pilkada).

Baca Juga: Rekapitulasi Pilkada Ponorogo 2024 Rampung, Total Partisipasi Pemilih 75 Persen

“Saya mulai melipat surat suara di Gedung Sasana Praja, Pabrik Mori hingga di Gudang Bulog Ponorogo ini dia menjadi petugas pelipat surat suara,” katanya.

Sundari mengaku pekerjaan pelipatan suara ini bisa menjadi sampingan. Sebagai ibu rumah tangga, malam dia mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga.

“Pagi sampai sore di sini (gudang KPU). Lumayan lho per surat suara Rp280 kalau Pilpres Rp200,” bebernya.

Tidak hanya Sundari, emak-emak lain yang kebagian rezeki adalah Dian Restu. Berbeda dengan Sundari, Dian Restu mengaku baru pertama. Dia mengisi waktu luang karena jadwalnya kosong.

Baca Juga: KPU Bangkalan Musnahkan 300 Surat Suara Rusak

“Saya kan perias. Ini pas tidak ada kerjaan. Jadi saya mencoba jadi petugas pelipat surat suara,” jelas Dian Restu.

“Dari pada di rumah tidak ngapa-ngapain. Terbiasa ke sana-sini banyak kegiatan. Ya lumayan per surat suara Rp280, untuk Pilpres Rp200,” pungkasnya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.