Kamis, 18 Jun 2026 10:38 WIB

Awal Tahun 2024, Cabai Rawit di Lamongan Masih Rp75 Ribu per Kg

Cabai rawit dagangan salah satu penjual di Pasar Sidoharjo, Lamongan. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Cabai rawit dagangan salah satu penjual di Pasar Sidoharjo, Lamongan. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Harga komoditas pangan atau kebutuhan pokok di Kabupaten Lamongan terpantau naik pada awal tahun baru 2024. Sejumlah bahan pangan tersebut, yakni beras, cabai, sayur kubis dan wortel.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lamongan, Anang Taufik memaparkan, bila cabai menjadi komoditas dengan kenaikan harga paling signifikan, yakni Rp5 ribu dengan harga menyentuh Rp75 ribu per kilogram dari yang awal Rp70 ribu.

Baca Juga: Bulog Tulungagung Percepat Penyaluran Bantuan Pangan dan Distribusi Beras SPHP

"Beberapa hari terpantau cabai rawit naik Rp5 ribu, diikuti sejumlah sayur mayur, meskipun tak sesignifikan cabai," ungkap Anang, Selasa (2/1/2023).

Demikian pula dengan harga beras kualitas medium yang juga mengalami kenaikan dari semula seharga Rp12 ribu per kilogram menjadi Rp12.500 atau naik Rp500.

Baca Juga: Komisi III DPR RI Cek Stok dan Kualitas Beras di Gudang Bulog Candirejo Nganjuk

"Untuk harga beras kualitas premium masih tetap di harga Rp14 ribu per kilogram, demikian pula dengan harga beras kualitas medium dari Bulog masih tetap di harga Rp10.900," ujarnya.

Komoditas lain yang mengalami kenaikan harga adalah sayuran. Kubis saat ini terpantau di harga Rp9.500 per kilogram atau naik Rp500 dari harga minggu lalu yang sebesar Rp9 ribu. Wortel yang minggu lalu dijual seharga Rp12 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp13 ribu per kilogram.

Baca Juga: Pemkot Kediri Gelar Operasi Pasar Murni di 13 Titik Selama Ramadan, Harga Lebih Murah

Anang menegaskan, semua stok pangan di Lamongan saat ini masih aman dan kalaupun ada kenaikan karena memang pasokan dari petani yang terkendala cuaca buruk.

"Stok beras dan juga stok cabai masih mencukupi. Kami bekerjasama sama dengan stakeholder yang ada juga akan menggelar operasi pasar beras," pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.