Senin, 22 Jun 2026 06:22 WIB

Upaya Pj Wali Kota Malang Tekan Inflasi Cabai, Maksimalkan Pasokan Petani Lokal

  • Penulis : Gerhana
  • | Selasa, 02 Jan 2024 11:17 WIB
Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat. (Foto: Humas Prokopim Pemkot Malang)
Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat. (Foto: Humas Prokopim Pemkot Malang)

jatimnow.com - Komoditas cabai kerap kali menjadi penyumbang inflasi di Kota Malang. Pemkot Malang berencana untuk memaksimalkan pasokan cabai dari pertanian yang ada.

Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat mengatakan, di Kota Malang terdapat dua wilayah penghasil cabai, yaitu di Kecamatan Kedungkandang dan Kecamatan Lowokwaru.

Baca Juga: Inflasi Turun Drastis, Gubernur Khofifah Beri Apresiasi Pemkot Probolinggo

Menurutnya, dua wilayah tersebut diyakini mampu membantu dalam memenuhi kebutuhan warga akan cabai, terutama saat mengalami lonjakan kenaikan harga.

"Bagaimana kita bisa mengintervensi, supaya cabai-cabai yang dihasilkan dari Kota Malang tidak dijual keluar daerah, tetapi nanti akan kita beli, dan kita bisa jual kembali kepada pasar-pasar untuk bisa menstabilkan harga," kata Wahyu pada Selasa (2/1/2024).

Pemkot Malang juga berjanji akan memperhatikan nasib para petani cabai di Kota Malang.

Baca Juga: Inflasi Kota Kediri Mei Terkendali, Warga Diimbau Tidak Panic Buying

"Tapi petani juga akan kita perhatikan, harganya sama dengan harga petani, karena biasanya tingginya itu kan sudah masuk di pasar tapi belinya di petani juga hampir sama," katanya.

Meski begitu, Wahyu menyampaikan, pihaknya sempat mendapat keluhan dari petani soal kondisi tanah yang kualitasnya berkurang, sehingga berpengaruh terhadap unsur hara. Hal ini juga mengakibatkan kualitas hasil panen yang kurang baik.

Baca Juga: Harga Cabai dan Bawang Merah di Probolinggo Mengalami Kenaikan

Menurutnya, selama ini pupuk yang digunakan petani yakni pupuk kimia sehingga mengakibatkan turunnya kandungan unsur hara dalam tanah. Pemkot Malang juga tengah berupaya memberikan bantuan pupuk organik hasil dari olahan kompos di TPA Supit Urang untuk mengembalikan unsur hara tanah tersebut.

"Nanti kita koordinasikan dengan DLH (Dinas Lingkungan Hidup) untuk bisa mengambil, nanti juga akan diedukasi pemakaian kompos tersebut, yang nanti bisa mengembalikan terkait dengan unsur hara ini sehingga kualitas cabainya semakin baik dan apa yang dikeluhkan bisa teratasi," katanya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.