Selasa, 16 Jun 2026 16:50 WIB

2 Pengungsi Rohingya di Tulungagung, Imigrasi Blitar Lakukan Pengawasan

Petugas Imigrasi saat mengecek keberadaan pengungsi Rohingnya di Tulungagung. (Foto: Dok Imigrasi Blitar for jatimnow.com)
Petugas Imigrasi saat mengecek keberadaan pengungsi Rohingnya di Tulungagung. (Foto: Dok Imigrasi Blitar for jatimnow.com)

jatimnow.com - 2 orang pengungsi Rohingya, Myanmar, diketahui keberadaannya di wilayah Kabupaten Tulungagung. Keduanya sudah 20 tahun berada di 2 kecamatan, yakni Ngunut dan Besuki.

Mereka juga sudah berumah tangga dengan warga lokal, serta mengantongi identitas pengungsi yang diterbitkan oleh UNHCR. Pihak Kantor Imigrasi Klas II Non TPI Blitar telah memastikan keberadaan dua pengungsi ini.

Baca Juga: Delegasi Pekerja Indonesia di Jenewa Soroti Nasib Rohingya

Plh. Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Blitar, Rini Sulistyowati mengatakan, menjelang pengujung tahun ini, akan menggelar kegiatan Pengawasan Orang Asing. Kegiatan tersebut juga dilakukan di seluruh wilayah Indonesia.

Operasi dengan sandi “JAGRATARA” dilaksanakan dalam rangka Pengamanan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 (Nataru) serta Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.

"Sesuai instruksi Dirjen Imigrasi kita menggelar Operasi Pengawasan Orang Asing dengan sandi JAGRATARA," ujarnya, Sabtu (30/12/2023).

Baca Juga: Kurban Teman Baik Tembus Pelosok Jawa hingga Pengungsian Palestina

Untuk wilayah Tulungagung, mereka melakukan pengawasan di beberapa titik di antaranya Kecamatan Besuki, Ngunut dan Kedungwaru. Hasilnya, mereka tidak menemukan adanya warga negara asing (WNA) yang melakukan pelanggaran Keimigrasian. Seluruh dokumen Keimigrasian para WNA tersebut telah sesuai dengan regulasi dan ketentuan yang berlaku.

"Tidak ada WNA di Tulungagung yang melanggar keimigrasian, seluruh dokumen sudah sesuai," terangnya.

Dalam pengawasan ini, mereka juga mendatangi 2 orang pengungsi asal Rohingya, Myanmar. Keduanya berada di wilayah Kecamatan Ngunut dan Besuki.

Baca Juga: Berikut Nama Sopir Mobil yang Terlibat Kecelakaan di Jalur Bromo Probolinggo

Pengungsi tersebut diketahui telah berada di wilayah Tulungagung selama 20 tahun. Mereka telah memperoleh Kartu Tanda Pengungsi yang diterbitkan oleh UNHCR.

"Kami mengimbau masyarakat untuk berperan aktif memberikan informasi apabila ditemukan adanya Warga Negara Asing yang diketahui atau patut diduga melakukan pelanggaran Ketentuan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku," pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.