Minggu, 21 Jun 2026 06:31 WIB

Ngopi di Mbah Tekluk Ponorogo, Anies Baswedan Ungkap Harapan untuk Usaha Kecil

Anies Baswedan saat ngopi di Mbah Tekluk. (Foto: Fauzani Eahman/jatimnow.com)
Anies Baswedan saat ngopi di Mbah Tekluk. (Foto: Fauzani Eahman/jatimnow.com)

jatimnow.com - Calon Presiden (Capres) nomor urut 1, Anies Baswedan menyempatkan menyapa warga Bumi Reog langsung, Sabtu (30/12/2023). Anies Baswedan memilih ngopi di Mbah Tekluk.

Ketika Anies Baswedan datang ke lokasi, teriakan dukungan terhadap mantan menteri pendidikan ini bergema.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

“Rakyat bersatu tak bisa dikalahkan,” teriak para pendukung Anies Baswedan.

Anies Baswedan pun memuji rasa jadah buatan warung Mbah Tekluk. Bahkan Anies Baswedan mengaku telah menghabis 5 jadah bakar ala Kabupaten Ponorogo ini.

“Jadahnya top markotop. Saya tadi habis 5 jadahnya,” ujar Anies Baswedan berkelakar, setelah selesai menikmati kopi dan jajanan.

Capres yang diusung Partai NasDem, PKB, PKS dan Partai Ummat ini mengatakan bahwa dirinya sengaja ngopi di tempat Mbah Tekluk. Dia menilai bahwa kopi yang dibuat di warung Mbah Tekluk enak.

“Katanya sejak tahun 1968, dan sejak 2000 untuk generasi baru, Kopi tubruk beliau campur demgan jajanan jadah, tempe bakar, tahu bakar, tempe goreng dijual, unik, mulai jam 4 pagi,” katanya.

Warung Mbah Tekluk, kata dia, akan tutup sekitar pukul 12.00 WIB. Dia menjelaskan memang warung sejenis ini unik. Buka pagi buta dan tutup siang hari.

Baca Juga: Legislator PKB Salurkan Ratusan Hewan Kurban di Jember dan Lumajang

“Jadi ini memfasilitasi kegiatan di pasar. Usaha kecil seperti ini harus dibantu untuk berkembang. Mereka ulet tangguh, mereka kerja keras,” tegasnya.

Menurutnya, selepas siang, pemilik dan istrinya beristirahat, kemudian akan bangun di tengah malam sekitar pukul 01.00 WIB untuk menyiapkan dagangan.

”Bila ada pendampingan untuk manajemen, pendampingan untuk modal insyallah bisa berkembang,” urainya.

Dia menilai usaha-usaha kecil seperti ini harusnya tidak kecil terus, tapi membesar. Namun Warung Mbah Tekluk sudah puluhan tahun masih tetap sama.

Baca Juga: Tebar Kepedulian, Kader NasDem ini Salurkan 105 Hewan Kurban di Probolinggo

“Berarti belum ada kemajuan, kita inginkan kecil tambah besar. Contoh, sebuah tempat punya pasar luas, loyal, bila dapat dukungan dari negara bisa berkembang,” pungkasnya.

Sekedar diketahui Warung Mbah tekluk sendiri merupakan warung di pinggir jalan besar. Lokasinya sangat sederhana. Bahkan pembeli di Mbah Tekluk harus melayani dirinya sendiri. Tanpa ada yang mengantar kopi

 

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.