Senin, 08 Jun 2026 04:58 WIB

Politik Muda Blimbing Sayur

  • Penulis :
  • | Minggu, 24 Des 2023 12:38 WIB
Arif Fathony (dok.jatimnow.com)
Arif Fathony (dok.jatimnow.com)

jatimnow.com - Sedari awal sudah meremehkan kompetensi pemimpin muda, padahal munculnya pemimpin pemimpin muda di era saat ini adalah keniscayaan, setelah dalam debat ternyata anak muda, yang dijuluki Blimbing Sayur itu muncul dengan gagasan kongkret.

Pengetahuan tentang praktek bernegara di era kekinian, di tengah isu perubahan iklim, di tengah percaturan geopolitik global lalu dimunculkan isu dapat contekan melalui clip-on dan lain sebagainya.

Baca Juga: Dimanakah Ibukota Indonesia yang Sebenarnya?

Gibran (dok.jatimnow.com)Gibran (dok.jatimnow.com)

Anak muda mau belajar, karena di dalam dirinya masih melekat rasa ingin tahu berlebihan (quriositas), sementara generasi lain sudah merasa lebih pintar sehingga enggan belajar situasi atau tantangan bernegara di era kekinian,

Makanya dalam debat kemarin pemimpin muda yang digambarkan pribadi yang tidak tahu apa-apa itu belajar dengan baik, menyerap masukan berbagai pihak dengan seksama, sehingga ketika tampil dalam panggung penuh dengan kematangan dan kemampuan.

Hal ini tentu mengecewakan bagi pihak yang sedari awal tidak suka atas munculnya yang bersangkutan dalam pentas politik nasional, tapi bagi anak muda se-Indonesia tentu peristiwa debat kemarin memunculkan harapan dan kepercayaan diri yang cukup, bahwa anak muda juga bisa mendapatkan kesempatan untuk mengelola Republik ini dengan segala kekurangan dan kelebihannya, yang pasti pemimpin muda memiliki kecepatan dalam mengambil keputusan, artikulatif dalam menyampaikan gagasan.

Dalam hal penyampaian program makan siang gratis untuk siswa-siswi sekolah se-Indonesia, anak muda yang dianggap Blimbing Sayur ini dapat menjelaskan secara ringkas dan jelas.

Program ini bukan sekedar makan siang, namun program ini adalah investasi negara dimasa mendatang, anggaran 400 T setahun untuk program ini akan menghidupkan bisnis catering se Indonesia, akan ada banyak multi player efect ekonomi yang berjalan, mulai dari terserapnya tenaga kerja, hingga arus distribusi bahan mentah dalam bisnis tersebut.

Tentu bagi para pihak yang membencinya akan disematkan bahwa ini program akan menghapus bantuan operasional sekolah (BOS) yang selama ini sudah berjalan secara reguler, namanya pembenci akan melihat sesuatu dari sudut pandang sempit, pembenci tidak bisa menerima kebaikan, jadi biarkan saja.

Termasuk soal Ibu Kota Negara( IKN), pemimpin muda yang dilabeli bocil (bocak cilik) ini ternyata melihat pembangunan Ibu Kota Negara ( IKN) tidak sekedar sebagai upaya membangun kota baru seperti calon pemimpin sebelahnya.

Blimbing Sayur ini melihat pembangunan IKN adalah transformasi arah pembangunan Indonesia, dari Jawa Sentris menjadi Indonesia Sentris, bukankah komitmen bernegara kita adalah mengamalkan Pancasila sebagai ideologi bangsa, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indoenesia adalah keharusan yang harus dilakukan, Indonesia emas 2045 harus dipersiapkan mulai dari sekarang.

Baca Juga: Rapor Publik Pejabat: Terobosan Akuntabilitas atau Sekadar Pertunjukan Transparansi?

Jika tidak dipersiapkan dengan baik, maka kita susah naik dari negara berkembang ke negara maju di 2045 mendatang, makanya IKN dan hilirasi minerba dan hilirasasi industri lainnya merupakan upaya persiapan Indonesia emas tersebut, kalau yang menolak ya tidak mau Indonesia menjadi Negara maju di 2045 mendatang.

Setelah narasi soal contekan dan bocoran dalam clip-on gagal mempengaruhi pola pikir publik sekarang dimunculkan soal pembayar pajak dengan istilah binatang, padahal istilah itu lazim digunakan oleh kantor pajak sejak tax amnesty kurun waktu 2008 an yang lalu, yang dimaksud berburu dalam kebun binatang itu adalah istilah kemudahan dalam menarik pajak.

Makanya diperlukan inovasi dan pembukaan industri industri baru, agar pengusaha bisa memperluas sektor industri, rakyat bisa bekerja sehingga berkorelasi dengan meningkatkan pemasukan terhadap Negara.

Jadi berburu dalam kebun binatang jangan diartikan secara harfiah, itu hanyalah istilah sama seperti anak muda yang sedang bercinta, belahlah dadaku kalau tidak percaya ketulusan cinta, masak tega dadanya dibelah, jadi kepada pihak yang skeptis terhadap munculnya pemimpin muda, kalau mau memframing kelemahan Mas Gibran, carilah isu yang lebih menarik, jangan isu recehan untuk menutupi trend penurunan elektabilitas paslonnya.

Sebagai Parpol yang pertama kali mengusung Mas Gibran Rakabuming Raka sebagai pendamping Prabowo Subianto , kader Partai Golkar tentu bangga telah memberikan kesempatan anak muda yang tampil ke panggung politik nasional dengan kepiawaian kepemimpinan ciri khas anak muda.

Baca Juga: Khofifah Dampingi Wapres Gibran Tinjau Pasar di Tuban, Stok Bahan Pokok Aman

Sehingga mampu menyempurnakan kepemimpinan Dwi Tunggal. Anak muda yang dicerca sebagai anak haram konstitusi, belimbing sayur, samsul ini ternyata membawa harapan besar jutaan anak muda di luar sana, bahwa saat ini eranya Yang Muda Yang Berkarya.


Penulis: Arif Fathoni (Ketua Dewan Pengarah TKD Surabaya)

 

 

 

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.