Rabu, 17 Jun 2026 07:39 WIB

577 Pramuka Garuda di Ponorogo Dikukuhkan, Ini Pesan untuk Orangtua

  • Penulis :
  • | Selasa, 04 Sep 2018 19:40 WIB
Wabup Ponorogo Soedjarno saat mengukuhkan 577 orang menjadi Pramuka Garuda.
Wabup Ponorogo Soedjarno saat mengukuhkan 577 orang menjadi Pramuka Garuda.

jatimnow.com – Wabup Ponorogo Soedjarno mengukuhkan sebanyak 577 orang menjadi Pramuka Garuda, baik tingkat penggalang, penegak maupun Siaga. Pengukuhan itu dilakukan di Gedung Kesenian, Selasa (4/9/2018).

Soedjarno mengatakan, mereka yang dikukuhkan menjadi Pramuka Garuda harus berbangga, karena mereka adalah orang-orang pilihan yang mampu menyisihkan 433 orang lainnya.

Baca Juga: 1.000 Pramuka Garuda Kota Kediri Dilantik, Pembentukan Karakter Generasi Muda

"Jadi, yang mendaftar itu sekitar 1.000 orang. Sedangkan yang terpilih 577 orang. Hampir separuhnya," kata Soedjarno yang juga Ketua Kwarcab Ponorogo.

Menurutnya, mereka yang terseleksi menjadi Pramuka Garuda merupakan anggota yang mempunyai kualitas tertinggi, karena bisa melewati seleksi tulis, lisan maupun wawancara.

Bahkan, tahapan seleksi menjadi Pramuka Garuda ini juga cukup panjang waktunya, yakni sekitar 2 bukan lebih. "Kalau dari laporan Bulan Juli sudah seleksi. Berarti 2 bulanan," katanya.

Oleh karena itu, adik-adik yang mampu menjadi Pramuka Garuda adalah yang terbaik. Ia juga menjamin, 577 anggota tersebut mempunyai karakter yang disiplin, cerdas, terampil, tanggung jawab.

"Orang tua tidak perlu khawatir lagi. Tinggal memoles saja. Tidak usah susah-susah membentuknya," tambahnya.

Namun, mereka itu tetap harus diarahkan oleh orang tuanya, karena apabila tidak diarahkan dikhawatirkan menjadi pribadi-pribadi yang kurang baik ke depannya.

"Pesan saya tetap diarahkan, walaupun tinggal memoles saja. Hasilnya pasti beda. Saya yakin mereka akan menjadi pemimpin di masa depan," bebernya.

Baca Juga: Kak Cicha Buka Pesta Siaga Pramuka di Taman Wisata Ubalan Kediri

Ia pun berpesan, jika mereka masih di berada di tingkat Pramuka Siaga (SD), alangkah baiknya dilanjutkan ke tingkat berikutnya dan pihak orang tua terus memperbolehkannya. Sebab, pramuka itu selalu mengajarkan yang terbaik.

"Mereka tetap harus menekuni pramuka. Jangan dihalangi, karena sudah terbiasa berkumpul dan bermain dengan teman pramuka," katanya.

Soedjarno menambahkan, para orang tua juga diminta untuk terus mensyukuri dan menjaga serta mengingatkan anak-anaknya itu, karena mereka sudah memiliki bekal kekuatan mental, sikap, dan perilaku karakter yang baik. (ADV/rif)




Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

 

 

 

 

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.