Selasa, 16 Jun 2026 08:33 WIB

Musim Enthung Jati, Berkah Warga Kawasan Hutan Bojonegoro

Warga sekitar kawasan hutan di Kecamatan Temayang Bojonegoro saat berburu Enthung jati (Foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)
Warga sekitar kawasan hutan di Kecamatan Temayang Bojonegoro saat berburu Enthung jati (Foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)

jatimnow.com - Masyarakat di sekitar kawasan hutan Bojonegoro memiliki kebiasaan atau tradisi unik saat memasuki musim penghujan, yakni berburu ulat jati atau yang biasa disebut enthung.

Di awal musim penghujan merupakan waktu berseminya daun pohon jati yang dibarengi dengan banyaknya ulat jati yang bermetamorfosis menjadi kepompong atau yang biasa disebut enthung.

Baca Juga: Perkuat Pasokan Gas Nasional, PGN SOR III Kunjungi JTB Bojonegoro

Berbekal toples dan kantong plastik, setiap pagi puluhan warga beramai-ramai selalu berdatangan masuk ke hutan untuk mencari kepompong ulat jati atau biasa disebut enthung.

Ulat jati atau enthung itu bisa ditemukan di antara tetumpukan daun jati yang sudah mengering dan membusuk.

Enthung jati itu kemudian diolah sendiri menjadi kudapan ekstrem yang enak dan gurih atau dijual dengan nilai ekonomis yang cukup tinggi.

Seperti yang diungkapkan oleh Jumirah (56) warga Desa Buntalan Kecamatan Tamayang. Saat musim enthung seperti ini merupakan berkah baginya untuk mendapatkan uang tambahan dari menjual enthung.

Baca Juga: Hari ke 4 Lebaran, Jalur Babat–Bojonegoro Macet di Simpul Tugu Wingko

"Biasanya satu kilogram enthung jati harganya Rp70 ribu. Kalau satu pincuk isi satu cangkir itu Rp10 ribu," ungkap Jumirah. Selasa (19/12/2023).

Menurutnya, mencari entung jati sudah menjadi kebiasaan sejak ia masih remaja. Dulu entung jati sangat banyak dan melimpah lantaran kawasan hutan jati masih lebat.

"Sehari biasanya jual sampai 15 cangkir/pincuk, lumayan daripada tidak ngapa-ngapain, " sambungnya.

Baca Juga: Terungkap, Ini Biang Kerok Kelangkaan Gas LPG 3 Kg di Bojonegoro

Berburu enthung di hutan jati seperti ini sudah menjadi tradisi warga pinggiran hutan wilayah selatan Kabupaten Bojonegoro. Perburuan akan berakhir seiring hilang ulat atau enthung yang sudah berubah menjadi kupu-kupu.

Lain halnya dengan Yayuk yang juga pencari enthung jati. Dirinya berangkat dengan keluarganya datang ke hutan ini untuk mencari enthung untuk dikonsumsi sendiri. Menurutnya, enthung jati memiliki rasa khas yang gurih dan lezat.

"Enthung dimasak tumis dengan dicampur daun kedondong, irisan cabe rawit tomat dan bawang. Rasanya gurih, kletus-kletus enak, " pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.