Minggu, 21 Jun 2026 10:13 WIB

Wisata Taman Watu Kandang Desa Pandean Trenggalek, Hasil Keresahan Wanita Ini

Suasana Wisata Watu Kandang di Desa Pandean, Kecamatan Dongko, Trenggalek. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Suasana Wisata Watu Kandang di Desa Pandean, Kecamatan Dongko, Trenggalek. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Siapa sangka di balik kesuksesan Wisata Taman Watu Kandang Desa Pandean, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek ternyata menyimpan kerja keras warga yang peduli dengan lingkungan. Kelompok tersebut digerakan oleh seorang perempuan yakni Ririn Setyo Widihastutik.

Sebelum menjadi tempat wisata, sungai yang berada di Taman Watu Kandang tercemar oleh sampah rumah tangga. Padahal sungai tersebut merupakan sumber kehidupan sehari-hari warga.

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

"Dulu sungai di sini sangat kontor. Banyak pampers yang dibuang ke sungai hingga sampah rumah tangga," ujar Ririn, Kamis (7/12/2023).

Dari keresahan itulah, Ririn bersama kelompoknya tergerak untuk membuat gerakan menjaga lingkungan dengan melakukan pembersihan limbah rumah tangga yang mencemari sungai Desa Pandean. Sayangnya saat itu, gerakan yang dilakukan Ririn dianggap sebelah mata oleh beberapa warga.

"Ketika kami mulai membersihkan sungai, banyak warga yang menganggap kami kurang kerjaan hingga mengecap kami sebagai orang stress. Tapi kami tetap pada pendirian kami untuk membersihkan limbah yang ada di sungai," kisahnya.

Usaha Ririn ternyata tidak berjalan mulus. Ketika sungai mulai kembali bersih, kesadaran masyarakat untuk menjaga sungai ternyata masih rendah. Pasalnya, masih ada masyarakat yang membuang limbah rumah tangga ke sungai, meski sudah dilakukan pembersihan.

"Kami juga sudah meminta kepada pemerintah desa untuk membantu sosialisasi kepada masyarakat untuk menjaga lingkungan. Tapi hal itu kurang efektif, dalam menyadarkan masyarakat," tuturnya.

Baca Juga: JLS di Tulungagung Telah Rampung Pembangunannya, Tiga Kabupaten Sudah Terhubung

Akhirnya kelompok ini memiliki ide untuk menyulap tempat tersebut sebagai wisata. Ide itu ternyata berdampak pada kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan. Pengembangan terus dilakukan oleh Ririn. Mulai dari membuat spot wisata river tubing, outbound, wisata batu, hingga berbagai permainan tradisional serta kuliner khas Desa Pandean masuk dalam paket Wisata Watu Kandang.

"Ketika ada wisata masyarakat ternyata malah ikut menjaga kebersihan sungai. Apalagi setelah dibuka banyak masyarakat dari luar yang berkunjung ke Wisata Desa Pandean," paparnya.

Kegigihan Ririn ini diganjar pada 2022 lalu, saat Wisata Watu Kandang Desa Pandean dipilih untuk mewakili Trenggalek dalam Anugrah Desa Wisata Indonesia (ADWI). Hasilnya, sangat luar biasa. Dimana Desa Wisata Pandean mendapatkan Juara Harapan I Kategori Desa Wisata Terbaik Berkembang ADWI 2022.

"Hal itu membuat Wisata Desa Pandean banyak kenal orang. Apalagi Menteri Sandiaga juga pernah datang kesini. Setelah itu, wisata ini tidak pernah sepi dari kunjungan warga luar daerah," ungkapnya.

Baca Juga: Penutupan Jalan Utama Tulungagung - Trenggalek Tertunda, Ini Alasannya

Taman Watu Kandang Desa Pandean juga mendapatkan Juara dalam Daya Tarik Wisata (DTW) dalam kategori terbaik pengelolaan kelompok masyarakat. Ririn berharap semoga keberadaan Wisata Watu Kandang Desa Pandean bisa memberikan kehidupan serta menjaga lingkungan dari kerusakan. Pihaknya berkomitmen untuk tidak merubah bentuk sungai atau bebatuan yang sudah ada.

"Keberadaan wisata ini, sekarang sudah mampu membawa rejeki kepada 100 orang," pungkasnya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.