Minggu, 14 Jun 2026 04:07 WIB

Pakar Universitas Brawijaya Malang Dorong Penerapan Kurikulum Kebencanaan di Sekolah

  • Penulis : Gerhana
  • | Sabtu, 02 Des 2023 12:40 WIB
Pakar Mitigasi Bencana Universitas Brawijaya (UB), Prof Sukir Maryanto. (Foto: Dok. pribado for jatimnow.com)
Pakar Mitigasi Bencana Universitas Brawijaya (UB), Prof Sukir Maryanto. (Foto: Dok. pribado for jatimnow.com)

jatimnow.com - Pakar Mitigasi Bencana Universitas Brawijaya (UB), Prof Sukir Maryanto mendorong pemerintah lebih komprehensif dalam upaya preventif untuk mitigasi bencana di Jawa Timur.

Dia mengatakan, observasi data menjadi hal utama yang harus dilakukan dalam upaya preventif atau mitigasi bencana. Setiap daerah di Jawa Timur memiliki potensi rawan bencana yang harus dihimpun pendataan secara mendalam.

Baca Juga: Muhammadiyah Bangun Pabrik Infus di Malang, Nilai Investasi Capai Rp800 Miliar

"Contoh kalau di daerah Bojonegoro, Tuban, itu rawannya banjir, kemudian kalau dari daerah selatan, mulai dari Pacitan sampai Banyuwangi itu adalah rawan gempa dan Tsunami, daerah tengah itu rawan longsor, dan lainnya," kata Prof Sukir, Sabtu (2/12/2023).

Sedangkan, pemerintah belum masif memonitoring kebencanaan, seperti di kawasan gunung api. Menurutnya, hidup berdampingan dengan gunung berapi perlu adanya kesadaran dari dalam diri masyarakat maupun semua stakeholder terkait kebencanaan.

"Kesadaran kebencanaan secara berangsur harus diubah menjadi budaya sadar bencana pada segenap lapisan masyarakat dan lintas sektoral dan lintas," katanya.

School Watching atau Town Watching bisa menjadi upaya untuk mengubah kesadaran diri menjadi suatu budaya terhadap kebencanaan.

"School Watching kan lingkupnya di sekolah, kalau Town Watching kan lingkupnya di kota atau desa mereka sendiri. Karena masyarakat daerah sekitar bencana yang paham, yang tahu karakternya yang bisa mengevakuasi dirinya sendiri ketika ada bencana, mereka sendiri yang menghadapinya," katanya.

Baca Juga: Mahasiswa Universitas Brawijaya Tolak Kampus Kelola SPPG, Rektorat Bungkam

Dalam penerapannya, kurikulum pendidikan tentang kebencanaan bisa menjadi strategi untuk menumbuhkembangkan kesadaran di kalangan anak-anak. Hal ini bisa dilakukan dari tingkat pendidikan TK, SD, SMP hingga SMA sederajat.

"Jika belum bisa dinasionalisasi, bisa dimulai dari kurikulum lokal (muatan lokal dengan kerjasama daerah-daerah yang bersedia sebagai perintis)," katanya.

Dia mencontohkan salah satu daerah di Jawa Timur yakni Lumajang yang dekat dengan Gunung Semeru sudah mulai terbuka untuk memahami pentingnya pendidikan kebencanaan.

Baca Juga: Pendaki Ilegal Gunung Semeru Berhasil Dievakuasi, Pengelola Jatuhi Sanksi

Namun, Prof Sukir berharap, kesadaran tersebut diikuti oleh daerah-daerah lain di Jawa Timur. Atau, tidak hanya setelah bencana datang dan masyarakat sadar akan pentingnya pendidikan kebencanaan.

"Saya tidak bisa mengatakan, satu persatu, tetapi yang responsif yang sering di Semeru, berarti Semeru sudah bagus dalam artian ada perkembangan signifikan, karena disana sudah open, dalam artian Pak Bupati dengan akademisi, semua NGO," katanya.

Di Jawa Timur terdapat 8 gunung aktif. Diantaranya, Gunung Semeru, Gunung Raung, Gunung Arjuno, Gunung Lamongan, Gunung Ijen, Gunung Kelud, Gunung Bromo dan Gunung Welirang.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Jasad korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada radius sekitar 50 meter dari titik awal ia dilaporkan tenggelam di kawasan Desa Mantingan, Kecamatan Mantingan.

Penyegaran Organisasi, Kasat dan Kapolsek Probolinggo Dimutasi

Kapolres mengajak seluruh jajaran Polres Probolinggo untuk terus menjaga profesionalisme dan menjunjung tinggi nilai-nilai Presisi.

Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Pelaku diketahui merupakan komplotan pembobolan toko lintas kota dan provinsi.

Cuaca Akhir Pekan Jatim: 4 Daerah Diminta Waspada Hujan Lebat

Peta peringatan dini ini merepresentasikan nilai akumulasi curah hujan harian paling tinggi dalam skala satu kabupaten atau kota.

Gol Larin Selamatkan Kanada dari Kekalahan Saat Melawan Bosnia-Herzegovina

Tuan rumah Kanada harus puas bermain imbang 1-1 di laga pembukan grup B Piala Dunia 2026.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Waspadai potensi turunnya hujan dengan intensitas ringan di beberapa wilayah.