Senin, 15 Jun 2026 17:34 WIB

Soal Dugaan Pencemaran Sungai Keyang Ponorogo, Ini Pernyataan DLH

Warga sedang menunjukkan kotoran sapi yang terbuang di Sungai Keyang (Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Warga sedang menunjukkan kotoran sapi yang terbuang di Sungai Keyang (Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ponorogo angkat bicara perihal pencemaran di Sungai Keyang, Desa Mgadirojo, Kecamatan Sooko. DLH pun tidak menampik bahwa Sungai Keyang tercemar kotoran sapi.

"Kami sudah berusaha limbah dikurangi dan menggagas penggunaan biogas untuk pengolahan limbah ternak sapi,” ujar Kepala DLH Ponorogo, Gulang Winarno, Rabu (29/11/2023).

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Gulang menjelaskan bahwa tahun ini telah ada bantuan 22 unit biogas dari pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten untuk masyarakat di Kecamatan Pudak.

“Di Kecamatan Pudak itu memang awalnya kotoran sapi berasal dari Kecamatan Pudak. Disana sentra sapi perah,” kata mantan kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak,

Namun, dia mengakui masih kurang banyak, dengan harapan bisa mengurangi limbah kotoran sapi.

"Saat ini, masih kurang banyak. Harapan kami bisa mengelola limbah sapi dengan lebih baik," kata Gulang.

Ia juga berjanji akan berkomunikasi dengan Industri Pengolahan Susu (IPS), pembina langsung peternak sapi, untuk memastikan pengelolaan limbah yang lebih efektif.

Baca Juga: Mahasiswa Jatim Kampanyekan Kali Tebu Bebas Sampah Popok

Gulang mengingatkan bahwa pengelolaan limbah bersama-sama oleh masyarakat, khususnya peternak, penting untuk menjaga kebersihan dan pemanfaatan limbah dengan baik.

“Jika tidak, dampaknya seperti di Sungai Keyang, airnya luar biasa keruh," tandas Gulang.

Sebelumnya, Sungai Keyang di Desa Ngadirojo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Ponorogo, menjadi sumber kekhawatiran bagi warganya. Sungai tersebut mengalami perubahan warna dan berbusa.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Dugaan kuat tercemar oleh limbah kotoran sapi dari sentra sapi perah di Kecamatan Pudak. Hingga saat ini, sekitar 100 ton kotoran sapi diduga mencemari sungai Keyang setiap harinya.

Kotoran sapi itu warna airnya menjadi keruh dan kehijauan. Warga, seperti Arif Santoso, menyatakan bahwa permasalahan ini sudah berlangsung bertahun-tahun, dengan limbah kotoran sapi menumpuk sepanjang sungai.

"Saat musim hujan, aromanya sangat menyengat, dan air sungai berubah warna," ungkapnya, Selasa (28/11/2023).

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.