Selasa, 16 Jun 2026 23:57 WIB

3 Strategi Pemkab Trenggalek Entaskan Kemiskinan Ekstrem

Kepala Bappeda Litbang Pemkab Trenggalek, Ratna Sulistyowati. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Kepala Bappeda Litbang Pemkab Trenggalek, Ratna Sulistyowati. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Ribuan warga di Kabupaten Trenggalek masuk dalam kategori miskin ekstrem. Pihak Pemkab Trenggalek menyiapkan sejumlah langkah strategis, untuk menekan angka kemiskinan ekstrem ini.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Pemkab Trenggalek, Ratna Sulistyowati mengatakan, berdasarkan data jumlah warga yang masuk dalam miskin ekstrem di Kabupaten Trenggalek berkisar 8 ribu jiwa. Sebanyak 2 ribu jiwa diantaranya merupakan warga yang sudah berusia di atas 60 tahun.

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

"Meski sulit, kami terus berupaya untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Trenggalek. Karena ada sekitar 2 ribu jiwa yang sudah berusia 60 tahun lebih, dan tidak mungkin dapat diberdayakan kembali," ujarnya, Selasa (28/11/2023).

Pemkab Trenggalek berencana untuk menjalankan kerja sama lintas instansi untuk pengentasan kemiskinan ekstrem. Setidaknya ada 3 strategi yang akan diterapkan.

Strategi pertama adalah mengurangi beban pengeluaran keluarga. Dengan cara memberikan bantuan sembako, bantuan langsung tunai, program PKH, bedah rumah serta BPJS Kesehatan.

Baca Juga: JLS di Tulungagung Telah Rampung Pembangunannya, Tiga Kabupaten Sudah Terhubung

Adapun strategi kedua adalah memberikan pelatihan kerja kepada masyarakat miskin ekstrem agar mampu meningkatkan pendapatan keluarga.

Sedangkan strategi ketiga adalah membuka akses daerah terluar. Kegiatan ini berupa pembangunan infrastruktur di daerah yang terpencil. Sehingga produk yang dimiliki warga dapat terdistribusikan ke wilayah luar.

"Anggaran kami dalam pengentasan kemiskinan itu mencapai Rp50 miliar lebih. Dan akan naik pada tahun depan. Mengingat pengentasan kemiskinan harus ada kerja sama lintas instansi," terangnya.

Baca Juga: Penutupan Jalan Utama Tulungagung - Trenggalek Tertunda, Ini Alasannya

Ratna menjelaskan, bahwa penanganan kemiskinan ekstrem dilakukan secara gotong royong lintas instansi. Hal ini dilakukan agar penanganan yang dilakukan dapat komperhensif.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.