Sabtu, 20 Jun 2026 10:45 WIB

Pergelaran Seni Nguri-nguri Budoyo, Mas Adi Ingatkan Warisan Budaya Leluhur yang Harus Dijaga

  • Penulis :
  • | Minggu, 19 Nov 2023 12:26 WIB
Wakil Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo (Mas Adi) menghadiri Pergelaran Seni Budaya Nguri-nguri Budoyo yang berlokasi di Jl. Kyai Sentot. (Foto: Humas Pemkot Pasuruan)
Wakil Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo (Mas Adi) menghadiri Pergelaran Seni Budaya Nguri-nguri Budoyo yang berlokasi di Jl. Kyai Sentot. (Foto: Humas Pemkot Pasuruan)

jatimnow.com - Wakil Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo (Mas Adi) menghadiri Pergelaran Seni Budaya Nguri-nguri Budoyo yang berlokasi di Jl. Kyai Sentot, Tembokrejo Kota Pasuruan, Sabtu malam (18/11/2023).

Masyarakat berbagai usia tampak antusias saat menyaksikan pergelaran seni budaya nguri-nguri budoyo yang menampilkan pertunjukan seni budaya atraksi pencak silat.

Baca Juga: Daftar Bakal Calon Kepala Daerah 2024 yang Terima Rekom dari Golkar Jatim

Dalam kesempatan tersebut, Mas Adi menyampaikan bahwa masyarakat saat ini masih mempunyai semangat yang tinggi untuk nguri-nguri budaya.

"Siapa lagi yang akan menjaga nguri nguri budaya kalau bukan kita semua, kita tadi menyaksikan pencak silat, kalau bukan kita siapa lagi yang akan menjaga budaya warisan para leluhur," jelas Mas Adi.

Ia mengatakan jika perkembangan teknologi informasi di era globalisasi saat ini banyak membawa budaya dari luar negeri seolah-olah dunia bak seperti global village, sehingga apa yang ada diluar sana bisa disaksikan oleh masyarakat lokal.

"Drakor yang sering kali dilihat jangan sampai melupakan budaya kita, yang mana budaya kita warisan leluhur, budaya kita tidak hanya menjadi tontonan tetapi juga menyenangkan dan membahagiakan juga ada tuntunan didalamnya," katanya.

Baca Juga: Mas Adi Mengapresiasi dan Mendukung Lomba Panah Kota Pasuruan

Menurut Mas Adi, ulama dulu telah berhasil menyiarkan agama dengan pendekatan budaya yang terintegrasi dengan kehidupan sosial masyarakat seperti para Wali Songo di tanah Jawa.

Sehingga ia pun berkeyakinan jika kegiatan nguri l-nguri budaya warisan leluhur bila mempunyai akar yang kuat maka akan tetap bertahan walaupun diterpa kemajuan jaman dan diterpa dari budaya luar negeri.

"Kita perlu banyak belajar misalnya dari Bali, di Bali itu semakin modern semakin banyak turis yang datang dengan seiringnya kemajuan jaman Bali masih konsisten bertahan dengan tradisi masa lalunya yang semakin kuat dan justru ini yang menarik para wisatawan baik domestik maupun manca negara," ungkapnya.

Baca Juga: Upacara Peringatan HUT PMI Ke-78, Mas Adi Ingin Insan PMI Terus Maksimalkan Peran di Masyarakat

Mas Adi melanjutkan jika Kota Pasuruan saat ini sudah dibangun fasilitas yang memungkinkan masyarakat bisa mendapatkan kemudahan layanan pemerintahan. Tetapi, disisi lain masyarakat harus kuat pada tradisinya sehingga masyarakat di luar sana melihat Kota Pasuruan mempunyai tradisi kuat yang dimiliki

"Nguri-nguri budoyo kalau bukan kita siapa lagi kalau tidak sekarang kapan lagi, itu yang perlu kita jaga bersama," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.