Minggu, 14 Jun 2026 09:04 WIB

Dampingi Kasus Siswa Bacok Guru, DP3A Lamongan Berharap Bisa Berakhir Diversi

DP3A Lamongan saat melakukan home visit ke rumah anak pelaku pembacokan guru di Kecamatan Sugio. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
DP3A Lamongan saat melakukan home visit ke rumah anak pelaku pembacokan guru di Kecamatan Sugio. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Lamongan melakukan pendampingan terhadap siswa pembacok guru di Kecamatan Sugio.

Kepala DP3A Lamongan, Umuronah mengungkapkan, pendampingan dilakukan sebagai tindak lanjut pemerintah dalam mengupayakan pemenuhan hak-hak anak yang tengah tersandung kasus pidana, entah itu bertatus korban, saksi ataupun pelaku.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

Karena, menurutnya, kasus kali ini cukup jarang terjadi sebab anak sering kali berstatus sebagai korban, namun kali ini berbeda dimana anak ini berstatus sebagai pelaku tindak pidana.

"Kami telah melakukan home visit ke rumah anak yang bersangkutan, pertemuan awal ini kami ingin memantau kondisi mental dan emosi pasca kejadian hingga berjalanya proses hukum," kata Kadis P3A Lamongan, Umuronah, Kamis (22/11/2023).

Dikabarkan Umuronah, pelaku anak saat ini dikeluarkan dari sekolah asalnya juga dilaporkan atas tindakannya. Hal itu sempat membuat pelaku anak sempat terpukul dan minder.

"Si anak ini sudah menyadari dan menyesal, sempat memohon maaf ke korban juga. Saat ini kegiatan sehari-harinya dilalui anak dengan hal positif seperti giat beribadah dan menghabiskan waktu di rumah," katanya.

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

Umuronah berharap kasus ini dapat berakhir damai atau diversi agar tak berdampak pada psikologis dan mental anak. Karena, menurut Umu, perilaku yang dilakukan anak yang bersangkutan sebenarnya bisa diatasi.

"Ada kemungkinan deversi kita berupaya mencarikan sekolah. Membina dan mendampingi karena masa depan anak ini masih panjang dan masih cenderung mudah diarahkan," bebernya.

Sementara itu, Psikolog Anak, Irawati S,Psi mengungkapkan bila kondisi mental anak mulai pulih semenjak ramai pemberitaan juga menjalani proses hukum.

Baca Juga: Diminati Karena Kualitas, Selada Hidroponik Lapas Lamongan Suplai Dapur MBG

"Mental si anak sebenarnya bagus, tidak sampai trauma atau terpukul berlebihan. Emosinya juga saat dialog bagus, mungkin ada latar belakang lain sehingga bisa memicu emosi anak waktu itu," beber Psikolog Anak.

Sebelumnya, kejadian siswa SMP bacok guru ini terjadi pada Rabu (15/11/2023) silam, kejadian bermula diduga karena tak terima ditegur tak pakai sepatu siswa berinisial MNN lalu membacok gurunya dan melukai 2 jari tangan kiri guru berinisial WU.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.

Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Pihak takmir masjid dan warga jemput pelaku di rumah, kini pelaku sudah diserahkan ke pihak berwajib.