Sabtu, 20 Jun 2026 14:43 WIB

Diduga Malpraktik SKH, Tumit Bayi di Sumenep Menghitam Lalu Meninggal

Ilustrasi bayi. (Fathor Rahman/jatimnow.com)
Ilustrasi bayi. (Fathor Rahman/jatimnow.com)

jatimnow.com - Seorang bayi perempuan dari pasangan Aziz dan Rumnaini asal Dusun Mojung, Desa Tamidung, Kecamatan Batang-Batang meninggal dunia setelah pihak Puskesmas Batang-batang mengambil sampel darah pada bagian tumit bayi, sehari sebelumnya.

Aziz mengatakan, semula anaknya lahir dengan kondisi sehat. Setelah menjalani serangkaian penanganan pasca dilahirkan, istri dan anaknya tersebut dibawa pulang.

Baca Juga: Puskesmas di Surabaya Tetap Buka Selama Ramadan 2026, Ini Jadwal Layanannya

"Karena kondisi keduanya sehat maka dibawa pulang. Lalu kami diminta kembali lagi dua hari kemudian tepatnya tanggal 18 kemarin," ujarnya, Rabu (22/11).

Ia mengatakan, saat dibawa ke puskesmas untuk dilakukan tindakan Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK) dengan mengambil sampel di bagian tumit itu, putrinya masih sehat.

"Setelah itu masih sehat. Setelah diambil sampelnya, kami kembali pulang," tambahnya.

Namun setelah tiba di rumah pada Sabtu (18/11) malam, putrinya itu mengalami demam. Bahkan kondisi terus memburuk hingga keesokan harinya. Kondisi bayi demam disertai sesak nafas.

"Anak saya terus menangis dan selalu mengangkat kakinya. Saya lihat itu tumitnya menghitam yang bekas pengambilan sampel darah," imbuhnya.

"Karena sesak kami bawa kembali ke puskesmas dan petugas di sana menangani. Tapi sampai Senin subuh (20/11) kondisinya tidak membaik, akhirnya dirujuk ke RSI Garam Kalianget," ungkapnya.

Baca Juga: Siswa SD Surabaya Raih Emas Internasional dengan Inovasi Deteksi Sesak Napas

Setibanya di rumah sakit tersebut, petugas menyarankan agar bayi berumur 5 hari itu dirujuk ke RS Moh Zyn Sampang. Sebab, di RSI Garam Kalianget tidak memiliki alat yang lengkap.

"Saat dalam perjalanan itu, bayi kami meninggal dunia. Belum tiba di rumah sakit rujukan, kami putar balik untuk pulang," tuturnya.

Akibat kejadian itu, ia menduga ada kesalahan prosedur yang dilakukan pihak puskesmas saat pengambilan sampel darah terhadap putrinya itu.

"Kondisi putri kami memburuk setelah dari pihak puskesmas mengambil sampel darah di tumit," ujarnya.

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Sidoarjo Gandeng Puskesmas, Tingkatkan Pelayanan Kecelakaan Kerja

Sementara itu, Kepala Puskesmas Batang-Batang Fatimatul Insaniyah mengaku petugas sudah melaksanakan tindakan SHK sesuai prosedur.

Ia juga mengatakan, berdasarkan diagnosa dari pihak RSI Garam Kalianget, bayi tersebut mengalami Pneumonia yang menyebabkan sesak nafas dan berakibat fatal.

"Petugas kami melakukan tindakan sudah sesuai prosedur. Berdasarkan keterangan dari RSI Garam Kalianget, bayi mengalami sesak napas. Diagnosisnya mengalami pneumonia," pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.