Senin, 08 Jun 2026 07:30 WIB

Kata DPRD Lamongan Soal Maraknya Kekerasan Libatkan Pelajar

Matlubur Rifa' anggota Komisi D DPRD Lamongan. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Matlubur Rifa' anggota Komisi D DPRD Lamongan. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Komisi D DPRD Lamongan angkat bicara soal maraknya kekerasan fisik yang melibatkan pelajar.

Komisi yang membidangi pendidikan dan kesehatan tersebut mengaku turut prihatin dengan fenomena baru yang tengah marak belakangan ini.

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

Anggota Komisi D, Matlubur Rifa' mengungkapkan bila hal tersebut harus segera disikapi oleh Dinas Pendidikan setempat dengan menghidupkan kembali serta kontrol penuh model pendidikan karakter sejak dini.

"Memang anak-anak usia remaja emosinya kadang sulit dikontrol dan tidak stabil, kalau menurut saya harus ada penanganan khusus," katanya, Rabu (22/11/2023).

Meski begitu, penanganan soal fenomena baru ini tentu sangat perlu peran orang tua dan keluarga sebagai pendidikan awal seorang anak.

"Salah satu upaya mengontrol emosi itu adalah dengan pendekatan agama dan perhatian orang tua. Harus ada komunikasi antara sekolah dan orang tua murid," beber politisi PAN tesebut.

Baca Juga: Diminati Karena Kualitas, Selada Hidroponik Lapas Lamongan Suplai Dapur MBG

Rifa' menyarankan agar Pemkab Lamongan melalui Dinas Pendidikan dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak melakukan pendampingan terhadap korban anak maupuan pelaku kekerasan yang dilakukan anak.

"Jadi mereka khususnya pelaku kekerasan yang dilakukan anak ini harus punya tretmen tersendiri. Satu sisi mereka melakukan perilaku tindak pidana namun sisi lainya hak pendidikan mereka harus tersalurkan," ujarnya.

Ia mencontohkan kasus siswa bacok guru di Kecamatan Sugio kemarin, Rifa' meminta agar anak berstatus pelaku ini dilakukan pendampingan intensif dan tidak mengabaikan hal pendidikanya.

Baca Juga: Hari Jadi ke-457 Lamongan, Momen Perkuat Basis Ekonomi Lewat Sektor Pangan

"Itu contoh kecil, belum juga yang saya dengar soal tawuran atau klitih yang katanya juga melibatkan pelajar, saya harap sekolah harus bertindak," urainya.

 

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.