Kamis, 18 Jun 2026 14:52 WIB

Wali Kota Surabaya Keluarkan SE Waspada Penyebaran DBD di Masa Pancaroba

  • Penulis : Haryo Agus
  • | Sabtu, 11 Nov 2023 15:45 WIB
Foto ilustrasi (dok. Jatimnow.com)
Foto ilustrasi (dok. Jatimnow.com)

jatimnow.com - Memasuki masa pancaroba atau peralihan cuaca, mengakibatkan potensi meningkatnya penyebaran kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit DBD.

Imbauan tersebut disampaikan Pemkot melalui Surat Edaran (SE) Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Nomor 400.7.9.2/ 25511/ 436.7.2/ 2023 sebagai upaya pengendalian dan pencegahan penyakit DBD pada masa pancaroba.

Baca Juga: Surabaya Uji Coba Aplikasi Perlinsos, Pendataan Bansos 15 Menit Jadi

Dalam SE itu, Wali Kota Eri meminta masyarakat untuk melaksanakan Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) DBD secara rutin dengan kegiatan 3M Plus.

"Pertama, menguras dan menyikat bersih bak mandi atau kolam air minimal satu minggu sekali," kata Wali Kota Eri dalam surat edaran tersebut.

Selanjutnya, menutup rapat tempat penampungan air seperti tempayan, tandon, drum dan sebagainya. Terakhir, memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas yang dapat menampung air.

Selain itu, warga juga diminta untuk rutin mengganti air vas bunga, tempat minum hewan peliharaan atau tempat yang dapat menampung air setiap satu minggu sekali.

Termasuk menutup lubang-lubang pada potongan bambu atau pohon lain yang dapat menampung air. Serta memperbaiki saluran air dan talang yang tidak lancar.

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Program Indonesia - UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

"Juga menaburkan bubuk pembunuh jentik (larvasida) seperti di tempat-tempat yang sulit dikuras atau daerah yang sulit air," lanjutnya.

Di samping itu, Eri juga mengimbau masyarakat untuk menggiatkan kembali Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (G1R1J) secara masif dan konsisten.

"Mengoptimalkan peran Kader Surabaya Hebat (KSH) dalam melakukan kegiatan pemantauan jentik minimal satu minggu sekali," ujarnya.

Tak hanya itu, warga juga diimbau agar melakukan monitoring dan evaluasi pemantauan jentik secara berkala di wilayah kerja masing-masing dengan memastikan Angka Bebas Jentik (ABJ) minimal 95 persen.

Baca Juga: Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

"Apabila ada keluarga atau masyarakat yang terkena DBD, segera bawa ke Puskesmas atau Fasilitas Kesehatan lainnya," ucap Eri.

Eri meminta agar Puskesmas yang mendapatkan informasi kasus DBD di wilayahnya, segera melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) selama 1x24 Jam.

"Fogging atau pengasapan dilakukan berdasarkan hasil pemantauan kepadatan populasi vektor dan atau kasus penyakit," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.