Kamis, 18 Jun 2026 07:03 WIB

Ketum Muhammadiyah soal Pilpres 2024: Jangan Beli Kucing Dalam Karung Bolong

Ketum Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir (kanan) dan Ketua PW Muhammadiyah Jatim Dr dr Sukadiono (tengah). (Foto: PWM Jatim for jatimnow.com)
Ketum Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir (kanan) dan Ketua PW Muhammadiyah Jatim Dr dr Sukadiono (tengah). (Foto: PWM Jatim for jatimnow.com)

jatimnow.com - Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyiapkan uji publik untuk tiga capres dan cawapres yang akan bertarung di Pilpres 2024.

Di Jatim, uji publik akan dipusatkan di kampus Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya. Capres-cawapres yang akan diujikan adalah Prabowo-Gibran

Baca Juga: Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir mengungkapkan, dalam pilpres ini pihaknya berharap siapapun yang menang atau yang kalah memahaminya sebagai kontestasi.

Maka, masing-masing capres-cawapres diharapkan dapat berkontestasi secara elegan dan konstitusional.

Karena itu, Muhammadiyah secara khusus akan menggelar uji publik untuk tiga Capres dan Cawapres pada 21-23 November di tiga kampus Muhammadiyah.

Yakni UM Jakarta dengan mengundang pasangan Ganjar - Mahfud, UM Surakarta menghadirkan Anies - Muhaimin dan di Jatim akan dilaksanakan di UM Malang yang kemudian dialihkan ke UM Surabaya dengan menghadirkan pasangan Prabowo - Gibran.

"Uji publik merupakan langkah elegan Muhammadiyah setelah beberapa kali Pemilu tidak boleh lagi ada politik perpecahan atau beli kucing dalam karung walaupun karungnya bolong," ujar Haedar, di Kantor PW Muhammadiyah Jatim, Sabtu (11/11/2023).

Baca Juga: Gus Lilur: MBG Pasti Meroket Jika Tanpa Copet

Haedar berharap, para capres-cawapres dan timnya legowo dengan skema uji publik tersebut. Sebab, Muhammadiyah tidak ada pemihakan khusus kepada pasangan manapun dan itu garis organisasi yang tidak boleh ditawar lagi.

"Politik kita harus semakin cerdas, semakin objektif, maka uji publik itu harus dimanfaatkan," ujar Haedar.

Sementara itu, Rektor UM Surabaya yang juga Ketua PW Muhammadiyah Jatim Dr dr Sukadiono menyampaikan kesiapannya dalam menggelar uji publik Prabowo - Gibran.

Uji publik ini akan menjadi refrensi bagi warga Muhammadiyah maupun masyarakat luas untuk menentukan pilihannya secara cerdas dan objektif. Sekaligus memperingati Milad Muhammadiyah ke-111.

Baca Juga: Sapi Gemoy Hewan Kurban Presiden Prabowo di Tulungagung Bernama Fajar

"Kita akan siapkan seluruh sarananya agar uji publik dapat berjalan dengan baik dan lancar," ujar Sukadiono.

Sukadiono menambahkan peringatan Milad Muhammadiyah ke-111 tahun ini sengaja mengulas tema terkait sikap politik warga Muhammadiyah.

"Acara peringatan Milad ini sengaja mengundang semua pimpinan daerah Muhammadiyah di tingkat kabupaten/kota. Kami ingin warga Muhammadiyah kompak dan punya komitmen yang sama dalam pemilu 2024 mendatang," imbuh Sukadiono.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.

Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Pihak takmir masjid dan warga jemput pelaku di rumah, kini pelaku sudah diserahkan ke pihak berwajib.