Senin, 15 Jun 2026 23:59 WIB

Ini Ikhtiar BBJT Jaga 3 Bahasa Daerah di Jatim dari Kepunahan

  • Penulis :
  • | Kamis, 09 Nov 2023 20:15 WIB
Gebyar Festival Tunas Bahasa Ibu Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur (BBJT). (Foto: Trisna for jatimnow.com)
Gebyar Festival Tunas Bahasa Ibu Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur (BBJT). (Foto: Trisna for jatimnow.com)

jatimnow.com - Revitalisasi bahasa dan budaya daerah menjadi hal penting untuk terus dilakukan seluruh elemen anak bangsa. Hal ini selain untuk menjaga bahasa agar tidak punah, juga dapat memperkaya Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.

Staf Ahli Bidang Manajemen Talenta Kemendikbudristek Tatang Muttaqin mengungkapkan, ada tiga poin penting dalam menjaga bahasa.

Baca Juga: Kamis Mlipis, Surabaya Terapkan Aturan Wajib Berbahasa Jawa Inggil di Sekolah

"Pertama mengutamakan bahasa Indonesia, yang kedua melestarikan bahasa daerah, dan yang ketiga tentu menguasai bahasa asing," jelasnya saat memberikan sambutan dalam Gebyar Festival Tunas Bahasa Ibu Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur (BBJT), Kamis (9/11/2023).

Tatang juga menjelaskan, festival ini menjadi salah satu sarana agar bahasa daerah khususnya yang ada di Jatim terus lestari. Setidaknya ada tiga bahasa daerah yang ada di Jatim yakni: bahasa Jawa, Madura, dan Using yang dapat punah jika tidak ada generasi muda yang menuturkan bahasa tersebut.

Ia juga mengapresiasi gelaran Festival Tunas Bahasa Ibu tahun 2023 ini. Menurutnya, festival ini akan memupuk rasa bangga menggunakan bahasa daerah.

"Mudah-mudahan bisa menjadi bagian penting agar tunas bahasa ini dapat terus berkembang," katanya.

Hal ini tentunya sejalan dengan keinginan Kemendikbudristek yang saat ini sedang menyiapkan grand design untuk talenta-talenta muda berpotensi di bidang seni budaya, olah raga dan sience. Melalui Festival ini diharapkan mampu mencetak generasi-generasi baru yang mampu melestarikan budaya melalui bahasa daerahnya masing-masing.

"Selanjutnya juga difasilitasi kalau memang memenuhi persyaratan untuk mendalami bidang tersebut, dan inilah bagian dari grand design manajemen talenta," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala BBJT Umi Kulsum mengungkapkan, kegiatan ini menjadi rangkaian untuk merevitalisasi bahasa daerah yang merupakan program Merdeka Belajar Episode 17.

Baca Juga: BBJT Gelar Kemah Cerpen di Surabaya, Perkuat Revitalisasi Bahasa Daerah

"Ini merupakan salah satu episode Merdeka Belajar ke-17, jadi kita tidak ingin bahasa yang kita cintai, Bahasa Madura, bahasa Jawa dialek Using, Bahasa Jawa punah," ungkapnya.

Umi juga menjelaskan, bahwa kepunahan bahasa daerah dapat terjadi kapan saja jika sudah tidak ada penuturnya. Ia mencontohkan, Bahasa Sunda dalam 10 tahun terakhir telah kehilangan sekitar 2 juta penuturnya.

Menurut data Unesco, setiap dua minggu ada dua bahasa yang mati. Pengelompokan bahasa sendiri dibagi menjadi beberapa kategori seperti: masih sehat, rentan, kritis, dan mati.

Bahkan, mirisnya, saat ini di wilayah Indonesia Timur sudah ada 10 bahasa yang mati. Hal ini karena tidak ada lagi penutur bahasa tersebut.

Baca Juga: BBJT Gelar Festival Teater Berbahasa Daerah, 20 SMA/SMA dan Sanggar Adu Akting

"Tentu kita tidak ingin bahasa Madura, Bahasa Jawa Dialek Using, dan Bahasa Jawa akhirnya tinggal nama, nah ini salah satu upaya kita dari Balai Bahasa bagaimana kita melestarikan bahasa daerah dengan memberikan semacam stimulan supaya anak-anak kita mau berbahasa daerah," tegasnya.

Ia berharap, kegiatan ini dapat terus berkelanjutan setiap tahun. Sehingga nantinya kesadaran pentingnya berbahasa daerah dapat semakin meningkat.

"Mudah-mudahan semakin banyak yang mendukung, semakin banyak yang sadar bahwa bahasa daerah yang kita cintai harus kita lestarikan dan kita kembangkan," pungkasnya.

Dalam kegiatan ini, juga diberikan penganugerahan terhadap para pemenang dari tujuh lomba yang ada di Festival Tunas Bahasa Ibu. Seperti diantaranya adalah lomba menulis cerita pendek, pidato, ngewer, nembang/menyanyi, celathu, menulis puisi/geguritan, dan lomba mendongeng.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.