Selasa, 16 Jun 2026 04:00 WIB

Bitcoin Tetap Bertahan di Level $35.000, Tren Kenaikan Tetap Kuat

  • Penulis :
  • | Kamis, 09 Nov 2023 10:20 WIB
ilustrasi
ilustrasi

jatimnow.com - Harga Bitcoin (BTC) masih bertengger di kisaran US$ 35.000 pada perdagangan hari ini, Kamis (9/11/2023) menunjukkan tren kenaikan yang melambat.

Namun, para analis masih yakin bahwa Bitcoin memiliki potensi untuk bergerak ke atas, didukung oleh beberapa faktor, termasuk akumulasi Bitcoin yang konsisten dan lingkungan makroekonomi yang lebih akomodatif.

Baca Juga: Negara Kini Bisa Sita Kripto untuk Bayar Utang, Apa Dampaknya?

Trader Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, mengatakan bahwa salah satu faktor yang mendukung harga Bitcoin adalah akumulasi Bitcoin yang konsisten oleh investor jangka panjang.

Menurut data Glassnode, jumlah Bitcoin yang dimiliki oleh investor jangka panjang terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir.

"Pasokan Bitcoin sangat terbatas, dan sebagian besar BTC dimiliki oleh orang-orang yang berencana untuk menyimpannya untuk jangka waktu yang lama. Akibatnya, ada peningkatan yang luar biasa dalam jumlah Bitcoin yang diakumulasi oleh orang-orang ini seiring berjalannya waktu. Hal ini menyebabkan harga Bitcoin masih kuat," kata Fyqieh.

Faktor lainnya yang mungkin mendukung harga Bitcoin adalah nada dovish yang disampaikan oleh beberapa pejabat The Fed. Dovish dalam konteks ini mengacu pada sikap Fed yang cenderung lebih memilih kebijakan moneter yang akomodatif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Kebijakan ini biasanya berdampak positif terhadap aset berisiko seperti saham dan
kripto karena menurunkan daya tarik investasi pada aset yang dianggap lebih aman seperti obligasi.

"Meski demikian, meski ada nada dovish tersebut, Bitcoin tampaknya memilih untuk bergerak sideways atau mendatar, menunjukkan ketidakpastian pasar. Para investor sepertinya memilih untuk bersikap hati-hati menjelang perilisan data inflasi Amerika Serikat dan kabar potensi penutupan (shutdown) pemerintah AS. Ketidakpastian pasar yang tinggi membuat investor ragu untuk mengambil posisi yang agresif. Mereka lebih memilih untuk menunggu untuk melihat data dan perkembangan sebelum mengambil keputusan investasi," jelas Fyqieh.

Baca Juga: Siap-Siap! OJK Bakal Sanksi Influencer Kripto Nakal

Data Inflasi dan Shut Down Pemerintah AS

Laporan Indeks Harga Konsumen (CPI) bulan Oktober 2023 akan dirilis pada tanggal 14 November 2023. Inflasi umum secara umum diperkirakan akan terkendali dari bulan ke bulan.

Namun, tren yang mendasarinya mungkin masih mengkhawatirkan Federal Reserve menjelang keputusan suku bunga berikutnya yang dijadwalkan pada tanggal 13 Desember.

Terkait dengan isu makroekonomi yang lebih besar, pada tanggal 17 November 2023,
pemerintah AS dihadapkan pada batas waktu untuk menemukan sumber utang baru guna menghindari shut down pemerintah. Sejarah telah menunjukkan bahwa kemungkinan akan terjadi penambahan utang baru, yang dapat menjadi faktor positif bagi pasar mata uang kripto termasuk Bitcoin.

Baca Juga: Tokocrypto Masuk 25 Bursa Kripto Terbesar Dunia di Usia 7 Tahun

"Jika pemerintah AS memutuskan untuk meningkatkan utang, Bitcoin mungkin akan mengalami kenaikan harga. Kedua tanggal ini, tanggal 14 dengan rilis CPI dan tanggal 17 dengan deadline utang pemerintah AS, menjadi momen krusial yang bisa mendefinisikan arah pergerakan Bitcoin dalam waktu dekat," terang Fyqieh.

Prediksi Harga Bitcoin

Fyqieh memprediksi bahwa pergerakan Bitcoin di atas US$ 36.000 kemungkinan besar akan segera terjadi, didorong oleh akumulasi BTC yang konsisten ditambah dengan lingkungan makroekonomi yang lebih akomodatif terhadap aset-aset berisiko dengan pesan The Fed yang dovish dan optimisme atas persetujuan beberapa produk ETF Bitcoin spot dalam waktu dekat.

"Bitcoin telah menunjukkan tren kenaikan yang kuat dalam beberapa pekan terakhir.
Penembusan di atas US$ 36.000 dapat memperkuat tren ini dan membuka jalan bagi BTC untuk mencapai level US$ 40.000 dan US$ 45.000 pada akhir tahun 2023," prediksi Fyiqieh.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.