Senin, 22 Jun 2026 05:07 WIB

Petugas Gabungan di Ponorogo Tertibkan APK dan Sosialisasi Liar

Petugas Gabungan di Ponorogo Memerangi Alat Peraga Kampanye dan Sosialisasi Liar (Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Petugas Gabungan di Ponorogo Memerangi Alat Peraga Kampanye dan Sosialisasi Liar (Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com - Ratusan petugas gabungan di Ponorogo menjalankan operasi penertiban Alat Peraga Kampanye (APK) dan Alat Peraga Sosialisasi (APS) yang terpasang secara liar.

Tindakan ini dilakukan pada Rabu (8/11/2023) dengan melibatkan sejumlah lembaga dan instansi, termasuk Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Komisi Pemilihan Umum (KPU), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), serta Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Baskebangpol).

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Para petugas gabungan menyusuri sejumlah jalur di Ponorogo, mulai dari bundaran Tambakbayan ke arah utara, hingga bundaran Pabrik Es ke utara.

Mereka secara bertahap melepaskan APK dan APS yang terpasang secara liar di fasilitas umum, termasuk bundaran Pabrik Es dan pohon-pohon di sekitarnya.

Tindakan ini mencakup APK dan APS yang berasal dari partai politik maupun calon legislatif. Selain itu, baliho kampanye capres juga ikut dicopot.

Kepala Satpol PP Ponorogo, Joko Waskito, menjelaskan bahwa tindakan ini merupakan hasil dari kesepakatan antara petugas gabungan dan partai politik peserta pemilu di Ponorogo.

Mereka telah berkomitmen bahwa pemasangan APS dan APK harus mematuhi perizinan yang berlaku. Kesepakatan ini telah diambil setelah pertemuan pada Juli sebelumnya.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

"Ini adalah bentuk komitmen bersama kami (Satpol PP, DPH, Bawaslu, KPU, DPMPTSP, dan Baskebangpol)," kata Joko Waskito, Rabu (8/11/2023) siang

Tindakan ini juga sebagai upaya menjawab keluhan masyarakat terkait pemasangan APK dan APS yang sembrono.

“Banyak keluhan warga bahwa APK dan APS menganggu. Ada yang tidak sesuai penempatan. Seperti di pohon maupun lainnya,” katanya.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

Dalam konteks ini, petugas eksekusi memiliki tugas untuk memastikan bahwa gambar, bendera, dan baliho yang terpasang di tempat umum telah sesuai dengan aturan yang berlaku.

Penertiban ini menunjukkan kerjasama antara pemerintah daerah, lembaga pengawas pemilu, dan partai politik dalam menjaga ketertiban selama masa kampanye politik.

Caption foto :

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.