Selasa, 23 Jun 2026 23:05 WIB

Gudang Belum Siap, KPU Tulungagung Gunakan Tempat Seadanya untuk Penyimpanan Logistik Pemilu

Petugas membersihkan gudang di KPU Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Petugas membersihkan gudang di KPU Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tulungagung dijadwalkan menerima logistik Pemilu 2024 minggu depan.

Namun, saat ini pihaknya terkendala tidak adanya ruang dan tempat penyimpanan yang representatif. Rencana menyewa gudang milik Bulog pun belum dapat terealisasi.

Baca Juga: Tekan Pengeluaran Gaji, Pemkab Tulungagung Batasi Pengangkatan ASN

Untuk sementara, pihak KPU menggunakan gudang kantor untuk penyimpanan logistik.

Ketua KPU Kabupaten Tulungagung, Susanah mengatakan, mereka menerima logistik Pemilu 2024 tahap pertama pada minggu depan.

Logistik yang dikirim di tahap pertama ini berupa segel kertas sebanyak 317.765 lembar, kotak suara 16.563 buah, bilik suara 13.220 buah, segel plastik 85.930 buah dan tinta pemilu sebanyak 6.610 botol.

“Logistik akan dikirim secara bertahap. Tapi untuk tahap awal kami mendapatkan beberapa logistik seperti bilik suara hingga botol tinta,” ujarnya, Sabtu (28/10/2023).

Meski begitu, pihak KPU masih kebingungan untuk menempatkan logistik Pemilu 2024. Pasalnya, sampai saat ini pembangunan gudang KPU Kabupaten Tulungagung belum selesai.

Baca Juga: Ketidakadilan Kebijakan Pendidikan di Kabupaten Sidoarjo

Proyek pembangunan gudang KPU Kabupaten Tulungagung berasal dari APBD dengan nilai mencapai Rp960 juta. Diperkirakan proses pembangunan gudang akan selesai pada akhir 2023 mendatang.

"Rencananya pembangunan gudang selesai Desember 2023. Tapi kami juga belum bisa memastikan, apakah pada saat ini bisa langsung digunakan. Mengingat gudang juga memerlukan fasilitas pendukung,” terangnya.

Sebenarnya Susanah telah berencana untuk menyewa gudang milik Bulog yang berada di Desa Pulosari, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung. Akan tetapi, rencana tersebut terancam gagal, karena harus menunggu izin dari Bulog pusat.

Baca Juga: Bupati Gresik Komitmen Perkuat Fokus Pelayanan Dasar Bagi Masyarakat

“Memang awalnya kami berencana untuk menyewa gudang Bulog untuk menyimpan logitik Pemilu 2024. Tapi untuk bisa menggunakan gudang Bulog, masih harus menunggu izin prinsip dari pusat,” paparnya.

Maka dari itu, Susanah akan memaksimalkan ruang di KPU Kabupaten Tulungagung untuk menjadi tempat penyimpanan logistik Pemilu 2024. Dimana ada gudang kecil yang berada di samping Kantor KPU Kabupaten Tulungagung yang akan menjadi tempat penyimpanan logistik.

“Kami sudah bersihkan ruang untuk menjadi gudang semenatara penyimpanan logistik Pemilu 2024. Sementara kami akan memaksimalkan ruang yang ada, sembari menunggu proses selanjutnya,” pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.