Selasa, 16 Jun 2026 20:28 WIB

Giliran Emak-emak Demo Tolak Dolly Kembali Jadi Lokalisasi

Ibu-ibu yang mengikuti aksi tolak gugatan
Ibu-ibu yang mengikuti aksi tolak gugatan

jatimnow.com - Warga eks lokalisasi Jarak dan Dolly kembali menggelar aksi tolak gugatan class action ke Pemkot, di depan Pengadilan Negeri Surabaya, Jumat (31/8/2018). Massa kali ini berasal dari emak-emak atau ibu-ibu warga Putat Jaya.

Ibu-ibu ini melakukan aksinya dengan membawa sayuran berupa wortel, terong dan kangkung sebagai simbol bahwa di Dolly sekarang perekonomian yang menggeliat dengan adanya UKM sebagai pengganti tempat lokalisasi.

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Program Indonesia - UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

Ketua RT 5 RW 3 Nirwono Supriadi (47) yang juga mengikuti aksi ini mengatakan, aksi ini dilakukan untuk menolak gugatan warga yang mengatasnamakan eks lokalisasi Dolly. Dan mereka yang melakukan gugatan itu dianggapnya bukan warga asli Jarak dan Dolly.

"Kita harus selamatkan anak-anak generasi penerus bangsa ini dan juga Jarak-Dolly sebagai kampung layak anak, kita sudah merubah mainset para warga untuk hidup dengan menjadi wirausaha," ucap Nirwono

Pengakuan dari salah satu warga yang sudah berdiri dengan Tempe Dolly Sujarwo, mengatakan lebih barokah setelah berusaha membuat tempe.

"Sekarang sudah hidup sehat, tidak ada yang mabuk-mabukan lagi. Sekarang jualan tempe lebih menguntungkan dan tentram," ujarnya saat orasi.

Nirwono mengatakan aksi ini masih belum semua warga Putat Jaya yang mengikuti. Mereka menunggu putusan gugatan ke Pemkot.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

"Insyaallah kami yakin gugatan mereka ditolak karena dampaknya besar. Kalau diterima di PN karena barometernya di Dolly, pasti ikut semua," ujarnya.

Ia menceritakan bahwa dulu di Dolly terdapat 5 RW untuk wilayah lokalisasi yakni RW 3, RW 6, RW 10, RW 11, dan RW 12, KelurahN Putat Jaya sebanyak 15 RW.

"Saya bisa ngomong karena saya sebagai keamanan dulu di sana. Mereka yang menggugat itu beralasan diskriminasi pembiaran ekonomi, katakanlah satu contoh tetangganya satu rumah buka karaoke terganggu," ujarnya.

Nirwono mengatakan apabila gugatan tersebut diterima maka warga pasti akan konflik, maka dari itu ia memohon kepada pihak Pengadilan Negeri Surabaya untuk adil dan bijaksana menentukan pilihan.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Saya harap bapak yang ada di pengadilan ini adil dan bijaksana. Sebab apabila diterima dampaknya sangat besar. Bukan hanya di Surabaya saja tapi sampai Jawa Timur," pungkasnya.

Aksi ini akan dilakukan sampai hari Senin mendatang untuk menolak gugatan tersebut karena warga ingin Dolly bersih dari prostitusi

Reporter: Arry Saputra
Editor: Erwin Yohanes

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.