Senin, 22 Jun 2026 02:37 WIB

Digelontor Rp250 Juta, BPBD Ponorogo Atasi Kekeringan dan Karhutla

Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo, Masun (Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo, Masun (Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

 

jatimnow.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo menerima dana sebesar Rp250 juta dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Baca Juga: Cuaca Akhir Pekan Jatim: 4 Daerah Diminta Waspada Hujan Lebat

Dana tersebut untuk mengatasi kekeringan dan Karhutla di Bumi Reog. Terlebih dana yang bersumber dari APBD 2023 Pemkab Ponorogi sudah menipis.

Menurut Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo, Masun, dana tersebut dapat dimanfaatkan hingga akhir tahun 2023. Ponorogo masuk dalam kategori "awas" kekeringan, yang ditetapkan berdasarkan hasil assesment dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Meskipun statusnya tidak lebih tinggi dibandingkan dengan tahun sebelumnya, situasi ini tetap memiliki dampak signifikan pada 12 dusun di wilayah Ponorogo,” ujar Masun, Selasa (24/10/2023)

Masun menjelaskan BPBD telah melakukan upaya-upaya untuk mendapatkan pendanaan guna penanggulangan kekeringan.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Hal ini terutama karena anggaran di APBD Pemkab Ponorogo untuk penanggulangan kekeringan semakin menipis akibat berbagai kegiatan, seperti pengadaan air dan bahan bakar yang diperlukan dalam penanggulangan kekeringan.

“Dana sebesar Rp250 juta yang diterima dari BNPB dapat digunakan untuk berbagai keperluan operasional, seperti pengadaan air dan bahan bakar,” katanya.

Masun menyatakan bahwa dana tersebut bisa dimanfaatkan sampai akhir Desember 2023, tergantung pada kebutuhan daerah. Jika diperlukan, dana tersebut akan dihabiskan.

Baca Juga: BMKG Ungkap Lima Daerah di Jatim Diintai Hujan Petir, Gresik Waspada Ganda

“Jadi tidak hanya kekeringan saja. Tetapi juga bisa untuk menangani Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla),” jelas mantan Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan) ini.

Masun menyebutkan, selain Ponorogo, ada 20 kabupaten/kota lain di Provinsi Jawa Timur juga menerima dana serupa sebesar Rp250 juta dari BNPB.

“Dana tersebut diperuntukkan untuk penanganan bencana akibat kondisi hidrometeorologi, seperti kekeringan dan Karhutla,” pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.