Senin, 22 Jun 2026 21:39 WIB

Pembangunan Bendung Gerak Karangnongko Dimulai, Mensesneg : Ini untuk Kemakmuran Warga Bojonegoro

Kunjungan Mensesneg Pratikno dan Mentri PUPR Basuki Hadimuljono (Foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)
Kunjungan Mensesneg Pratikno dan Mentri PUPR Basuki Hadimuljono (Foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pembangunan Bendung Gerak Karangnongko bakal segara dimulai.

Proyek strategis nasional ini merupakan upaya dari pemerintah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah melalui penyediaan air baku untuk kebutuhan pertanian.

Baca Juga: Perkuat Pasokan Gas Nasional, PGN SOR III Kunjungi JTB Bojonegoro

Guna percepatan Pembangunan Bendung Gerak Karangnongko, Menteri Sekretariat Negara (Mensesneg) Pratikno bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meninjau langsung lokasi proyek yang berada di Desa Ngelo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro.

Kedatangan kedua menteri kesayangan Presiden Jokowi itu disambut langsung oleh Pj Bupati Bojonegoro Adriyanto dan Bupati Blora Arief Rohman bersama jajaran forkopimda Bojonegoro dan Blora.

Menteri Sekretariat Negara (Mensesneg) Pratikno mengatakan percepatan pembangunan Bendung Gerak Karangnongko ini merupakan upaya pemerintah untuk kemakmuran masyarakat. Menurutnya, ada tiga hal penting untuk mewujudkan cita-cita tersebut, yakni ketersediaan air, konektivitas, dan industri agrobisnis.

"Oleh sebab itu, dengan adanya ketersediaan air yang didukung dengan konektivitas serta pengembangan industri agrobisnis ini adalah kunci untuk kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat, " kata Pratikno, Kamis (19/10/2023).

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menjelaskan pembangunan proyek Bendung Gerak Karangnongko ini dalam rangka mendukung program ketahanan pangan dengan cara penyediaan air untuk pertanian.

Pembangunan Bendung Gerak tersebut untuk menambah suplai air bagi daerah kering di Kabupaten Bojonegoro dan Blora dengan membendung air Sungai Bengawan Solo.

Baca Juga: Hari ke 4 Lebaran, Jalur Babat–Bojonegoro Macet di Simpul Tugu Wingko

"Rencana pembangunan Bendung Gerak ini sebenarnya cita-cita sudah lama, bisa kita lihat langsung di sekitar sini (wilayah Bojonegoro dan Blora) kering kerontang semua. Tidak ada jalan lain kecuali harus ada air," ulas Pak Bas, sapaan akrab Menteri PUPR.

Dijelaskan Basuki, Bendung Gerak Karangnongko berbeda dengan beberapa Bendungan Gondang di Kabupaten Karanganyar dan beberapa bendungan lainnya. Bendung Gerak Karangnongko menerapkan teknologi long storage yang memanfaatkan teknologi bendung gerak di Sungai Bengawan Solo sepanjang 24 kilometer dengan kapasitas daya tampung air 59 juta meter kubik.

Nantinya Bendung Gerak Karangnongko ini memiliki luas genangan 1.027 hektare untuk mengairi daerah irigasi seluas 6.950 hektare di Kabupaten Blora, Bojonegoro, dan sekitarnya. Rinciannya, daerah irigasi (DI) untuk lahan pertanian di Kabupaten Bojonegoro seluas 5.203 hektare dan di Kabupaten Blora seluas 1.746 hektare.

Proyek strategis nasional ini menelan anggaran APBN senilai Rp1,26 triliun dan ditargetkan selesai pada 2026 mendatang.

Baca Juga: Terungkap, Ini Biang Kerok Kelangkaan Gas LPG 3 Kg di Bojonegoro

"Kalau sudah jadi kita bangun cofferdam untuk mengalirkan air baru kita bangun bendungannya," tambah Basuki.

Sementara itu, Pj Bupati Bojonegoro, Adriyanto menyampaikan terima kasih atas dibangunnya Bendungan Karangnongko. Pembangunan Bendung ini diharapkan ke depan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kedua wilayah (Bojonegoro, Blora) yang mayoritas perekonomiannya bertumpu pada sektor pertanian.

“Tentunya ini akan menjadi salah satu urat nadi kita di bidang pertanian dan menjadi sumber daya bagi masyarakat kami di Bojonegoro. Mudah-mudahan adanya pembangunan ini menjadi modal kedepan untuk memperkuat perekonomian masyarakat,” singkatnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.