Rabu, 17 Jun 2026 03:18 WIB

Ujian Kenaikan Sabuk Berujung Maut, Pesilat Asal Gresik Tewas Usai Duel Melawan 6 Orang

Pers rilis Polres Gresik, kasus pengeroyokan seorang pesilat hngga tewas (Foto: Sahlul Fahmi/jatimnow.com)
Pers rilis Polres Gresik, kasus pengeroyokan seorang pesilat hngga tewas (Foto: Sahlul Fahmi/jatimnow.com)

jatimnow.com - Kasus pengeroyokan yang mengakibatkan kematian MAP (20) seorang anggota pesilat asal Desa Semampir, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, dirilis Polres Gresik, Rabu (18/10/2023).

Pelaku penganiayaan tersebut berjumlah 6 orang yakni S (19), RM (19), AS (19). Sedang 3 pelaku lainnya merupakan anak di bawah umur yakni RDS (17), HS (17) dan ARG (15).

Baca Juga: Satresnarkoba Polres Gresik Ringkus 5 Pengedar Sabu dan Pil Koplo

Kapolres Gresik, AKBP Adhitya Panji Anom, menjelaskan kejadian berawal saat korban MAP mengikuti Kegiatan ujian kenaikkan tingkat atau kenaikan sabuk oleh perguruan pencak silat Desa Cerme Kidul, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, pada Selasa (7/10/2023).

"Korban juga melakukan tes dengan cara sambung atau duel sebanyak 2 kali. Pertama melawan 2 orang pelatih, kedua melawan 1 orang pelatih. Dalam duel itu korban sempat terjatuh ke dalam sawah yang tingginya sekitar 3 meter yang membuat kepala belakang korban mengenai batu dan tidak sadarkan diri," kata Kapolres Gresik.

Panji Anom melanjutkan, setelah itu korban pada Minggu (8/10/2023) sekira pukul 02.05 WIB, korban dilarikan ke Puskesmas Cerme, kemudian dirujuk ke IGD RSUD Ibnu Sina Gresik untuk menjalani penanganan lebih lanjut.

Baca Juga: Pemancing Tenggelam di Kali Lamong Gresik Akhirnya Ditemukan

"Hasil otopsi korban yang dilakukan RSUD Ibnu Sina Gresik adalah terdapat luka memar pada bagian dagu, kedua tangan dan kaki, luka lecet di kedua tangan, buah zakar yang diakibatkan kekerasan benda tumpul. Kemudian terdapat pendarahan di bawah selaput tebal otak kiri dan pendarahan di bawah selaput laba-laba otak kiri yang mengakibatkan meninggal dunia," jelasnya.

Meninggalnya korban akibat uji kenaikan sabuk perguruan silat ini, lalu dilaporkan ke Polsek Cerme. Tim Resmob Polres Gresik merespon cepat melakukan penyelidikan terhadap anggota perguruan silat yang terlibat pada kegiatan tersebut.

Baca Juga: Pemancing Tenggelam di Kali Lamong Gresik, Pencarian Terkendala Arus Deras

Pada hari Minggu (8/10/2023) sekira pukul 21.00 WIB Tim Resmob Polres Gresik berhasil mengamankan 8 orang yang diduga terlibat dalam kegiatan tersebut di wilayah Kecamatan Cerme.

"Pelaku dijerat pasal 170 ayat 2 ke 3 KUHP yang berbunyi pengeroyokan yang mengakibatkan mati. Sedang ancaman hukumannya adalah penjara selama-lamanya 12 tahun," pungkas Panji Anom.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.