Senin, 15 Jun 2026 09:30 WIB

Petugas Damkar di Kediri Bertaruh Nyawa Sejak di Tugas Pertama

  • Penulis : Yanuar Dedy
  • | Selasa, 17 Okt 2023 15:36 WIB
Mashudi (kiri) dan Indra (kanan) pemadam kebakaran Kota Kediri. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)
Mashudi (kiri) dan Indra (kanan) pemadam kebakaran Kota Kediri. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)

jatimnow.com - Mashudi (54) masih ingat betul tugas pertamanya sebagai pemadam kebakaran. Dia bertaruh nyawa memadamkan api yang membakar sebuah dealer motor di Kota Kediri.

Malam itu, 23 September 2011, Mashudi baru saja menyelesaikan pendidikannya sebagai pemadam kebakaran. Mendadak telepon di kantornya berdering, membawa kabar bersandi 65 tersebut. Api membakar dealer motor Armada Pagora Jaya di Kota Kediri.

Baca Juga: Ponpes Al Falah Kediri Ditetapkan Tuan Rumah Munas Alim Ulama dan Konbes NU

Warga Kelurahan Bandar Kidul itu pun cukup bersemangat, mengingat ini tugas pertamanya. Dia bersiap mengaplikasikan semua yang ia dapat selama belajar.

Mashudi langsung bergegas. Saat itu api memang cukup besar. Semua motor di area depan hangus. Yang membuatnya berkesan adalah saat dia menemukan sebuah ruangan dengan dinding beton tebal berpintu besi tempat menyimpan ratusan stok unit motor baru.

Dia bersama rekannya, Fuad, lalu mendobrak pintu tersebut dan masuk. Tanpa berfikir panjang, dia lalu berusaha mengeluarkan motor-motor tersebut bersama kepolisian dan relawan lain.

Namun dia tak menyadari, bahwa atap beton sudah melengkung. Air hangat sudah mengalir di tubuhnya.

“Kalau mungkin bangunan itu nggak kuat saya sudah tidak ada disini,” kenang Mashudi, Selasa (17/10/2023).

Mashudi tahu pekerjaannya penuh risiko. Nyawa taruhannya. Namun, saat itu pengalaman yang masih nol membuat dia belum terlalu pandai menghitung bahaya. Dia hanya berfikir dan merasa bertanggung jawab, agar pemilik dealer tidak menderita kerugian yang semakin besar.

Beruntung dia bersama petugas lainnya sukses mengeluarkan sekitar 100 unit motor tanpa harus tertimpa bangunan.

“Tapi memang saat itu kita ceroboh juga. Yang kebakaran gedung bertingkat, kita tidak memikirkan keselamatan kita juga,” jelasnya.

Dia banyak belajar dari peristiwa itu. Bagaimana seorang pemadam tidak boleh tergesa-gesa dan ceroboh.

Baca Juga: Puskesmas Tiron Kediri Terbakar, Api Muncul dari Area Lemari Es Apotek

Meski demikian, risiko tetap saja mengancam. Baru-baru ini, jari kelingking kaki kanannya patah saat memadamkan api di kawasan Klotok, Kota Kediri. Dia bahkan sempat pingsan usai pohon Beringin menimpa kakinya.

“Kita tidak tahu itu, malam-malam. Padahal juga mau selesai, pas beres-beres alat ya itu kejadiannya. Sempat pingsan terus dilarikan ke Rumah Sakit Lirboyo,” tambah Mashudi. Namun dia tetap semangat, 4 tahun lagi dia akan pensiun. Dia senang masih bisa menularkan ilmu dan pengalamannya untuk anggota-anggota baru.

Seperti Indra (27) pemadam kebakaran asal Kelurahan Ngampel, Kota Kediri yang baru bergabung di 2021.

Meski baru, Indra sendiri sudah sering terlibat dalam operasi pemadaman dan penyelamatan. Adaptasi cepat menjadi kunci. Paling sulit menurut Indra adalah pemadaman pasar dan sepah tebu di rumah produksi gula merah.

“Tantangan besarnya adalah memadamkan api yang melahap pasar dan sepah tebu, sulit,” akunya.

Dia pernah terlibat dalam pemadaman api di Pasar Ngadiluwih dan Pasar Kesamben. Sulit karena area yang terbakar cukup luas.

Baca Juga: Razia Gabungan di Lapas Kediri, Petugas Amankan Barang Terlarang

Memang tak hanya wilayah Kota Kediri, mereka juga bertindak dalam operasi pemadaman di wilayah lain berdasarkan kerjasama maupun permintaan khusus.

Kini Indra didapuk untuk mengoperasikan kendaraan. Dia menjadi sopir untuk kendaraan merah besar itu. Kini, dia bersyukur masyarakat semakin sadar. Mereka sudah paham apa yang harus dilakukan ketika mobil pemadam kendaraan melintas.

“Dulu sulit, mereka biasanya abai tapi semakin kesini masyarakat alhamdulillah semakin sadar. Kita jalan sudah tidak pernah ada hambatan. Paling kalau jalan sempit kita agak melambat. Kalau jalan lebar 90-100 km perjam,” terangnya.

Di sisi lain, pemadam kebakaran kini juga melakukan tugas penyelamatan. Bukan hanya memadamkan api, mereka juga mengevakuasi sarang tawon, ular dan lain lain.

“Kita harus bisa semua. Kita harus belajar terus,” tandasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.